Liputan6.com: Panda yang menjadi maskot Cina, ternyata bukan asli Negeri Tirai Bambu. Nenek moyang tertua dari garis keturunan hewan tersebut justru terungkap dari fosil yang ditemukan di lokasi yang mengejutkan: Spanyol.
Panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) terkenal di seluruh dunia dengan bulunya yang hitam. Berbeda dengan jenis beruang lain yang omnivora atau karnivora, binatang ini punya kebiasaan unik, yakni menyantap bambu.
Baru-baru ini, para ahli palaeontologi menemukan dua set fosil rahang dan gigi, yang disebut milik anggota tertua dari garis keturunan panda. Fosil itu ditemukan di sepasang situs di timur laut Spanyol.
Spesies tersebut adalah bagian dari genus terbaru, Kretzoiarctos, yang berarti "beruang Kretzoi", mengambil nama ahli palaeontolog Miklos Kretzoi, yang berjasa menemukan spesies panda lain yang telah punah.
Sementara, spesies fosil tersebut diberi nama Kretzoiarctos beatrix, beatrix diambil dari nama kolega sang ilmuwan asal Spanyol, Beatriz Azanza.
Fosil tersebut berusia 11,6 juta tahun, ditemukan di tengah Miocene Epoch, berasal dari suatu masa saat area tersebut masih lembab, relatif hangat, dan dikelilingi hutan.
"Genus yang kami deskripsikan dalam makalah ini bukan hanya beruang pertama yang tercatat di Semenanjung Iberia, tapi juga yang pertama dari garis keturunan panda raksasa," kata peneliti, Juan Abella paleontolog dari Museum Nasional Ilmu Alam, Madrid.
Beruang baru itu memiliki berat tak lebih dari 60 kilogram, membuatnya lebih kecil dari beruang matahari (Helarctos malayanus), spesies beruang paling kecil yang masih ada saat ini.
Dari fosil gigi itu diketahui, hewan itu adalah omnivora, namun fitur gigi beruang itu menunjukkan, ia sedang beradaptasi memakan tanaman keras seperti bambu.
"Kala itu ia memiliki varietas luas makanan, dari daginhg, buah, batang tanaman, bahkan daun," kata Abella. "Kami tidak bisa memastikan ada bambu di Spanyol saat itu, namun ada banyak tanaman serupa."
Masih misteri
Belum bisa dipastikan apakah Kretzoiarctos punya warna yang sama dengan panda saat ini. Sebab, tak ada sisa bulu yang ditemukan. Namun, Abella berspekulasi, warna bulu hewan primitif itu dominan gelap dengan sejumlah bercak putih.
Hal ini berdasarkan fakta kebanyakan beruang memiliki warna seperti itu. Dan di banyak hewan, pola biologis keturunan yang lebih muda merefleksikan seperti apa nenek moyangnya di masa lalu.
Lalu mengapa nenek moyang panda bisa punah? "Mungkin akibat pembukaan hutan yang membuat habitatnya lebih terbuka dan berhadapan dengan hewan lain yang kompetitif," kata Abella. Rincian lengkap makalah tentang nenek moyang panda bisa ditemukan di jurnal PLoS ONE 14 November 2012. (LiveScience)
Panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) terkenal di seluruh dunia dengan bulunya yang hitam. Berbeda dengan jenis beruang lain yang omnivora atau karnivora, binatang ini punya kebiasaan unik, yakni menyantap bambu.
Baru-baru ini, para ahli palaeontologi menemukan dua set fosil rahang dan gigi, yang disebut milik anggota tertua dari garis keturunan panda. Fosil itu ditemukan di sepasang situs di timur laut Spanyol.
Spesies tersebut adalah bagian dari genus terbaru, Kretzoiarctos, yang berarti "beruang Kretzoi", mengambil nama ahli palaeontolog Miklos Kretzoi, yang berjasa menemukan spesies panda lain yang telah punah.
Sementara, spesies fosil tersebut diberi nama Kretzoiarctos beatrix, beatrix diambil dari nama kolega sang ilmuwan asal Spanyol, Beatriz Azanza.
Fosil tersebut berusia 11,6 juta tahun, ditemukan di tengah Miocene Epoch, berasal dari suatu masa saat area tersebut masih lembab, relatif hangat, dan dikelilingi hutan.
"Genus yang kami deskripsikan dalam makalah ini bukan hanya beruang pertama yang tercatat di Semenanjung Iberia, tapi juga yang pertama dari garis keturunan panda raksasa," kata peneliti, Juan Abella paleontolog dari Museum Nasional Ilmu Alam, Madrid.
Beruang baru itu memiliki berat tak lebih dari 60 kilogram, membuatnya lebih kecil dari beruang matahari (Helarctos malayanus), spesies beruang paling kecil yang masih ada saat ini.
Dari fosil gigi itu diketahui, hewan itu adalah omnivora, namun fitur gigi beruang itu menunjukkan, ia sedang beradaptasi memakan tanaman keras seperti bambu.
"Kala itu ia memiliki varietas luas makanan, dari daginhg, buah, batang tanaman, bahkan daun," kata Abella. "Kami tidak bisa memastikan ada bambu di Spanyol saat itu, namun ada banyak tanaman serupa."
Masih misteri
Belum bisa dipastikan apakah Kretzoiarctos punya warna yang sama dengan panda saat ini. Sebab, tak ada sisa bulu yang ditemukan. Namun, Abella berspekulasi, warna bulu hewan primitif itu dominan gelap dengan sejumlah bercak putih.
Hal ini berdasarkan fakta kebanyakan beruang memiliki warna seperti itu. Dan di banyak hewan, pola biologis keturunan yang lebih muda merefleksikan seperti apa nenek moyangnya di masa lalu.
Lalu mengapa nenek moyang panda bisa punah? "Mungkin akibat pembukaan hutan yang membuat habitatnya lebih terbuka dan berhadapan dengan hewan lain yang kompetitif," kata Abella. Rincian lengkap makalah tentang nenek moyang panda bisa ditemukan di jurnal PLoS ONE 14 November 2012. (LiveScience)