Liputan6.com, Manila: Selain di Kepolisian Resort Metro Tangerang, program diet untuk polisi gendut juga diterapkan di negara lain, seperti Filipina, Inggris, Pakistan, dan Rusia.
Di Filipina, program pemangkasan polisi gendut dikoordinasi langsung oleh Kepolisian Nasional Filipina yang mewajibkan 3000 polisi gendut untuk mengikuti program penurunan berat badan.
Tidak jauh beda dengan di Inggris. Di negara kerajaan ini, masalah polisi gendut juga menjadi sorotan. Kepolisian disana melakukan pengawasan ketat yang rutin melalui melakukan tes kebugaran. Jika tidak lulus tes kebugaran dan berat badan yang ideal, maka para polisi London akan dikenai sanksi pemotongan gaji.
Sementara itu, peraturan diet yang lebih ketat diterapkan di Pakistan dan Rusia. Kepala kepolisian daerah Punjab, Pakistan memerintahkan 175 ribu personil agar tidak membiarkan lingkar pinggangnya melebihi 96 cm. Jika tidak, jangan harap para polisi mendapat tugas di lapangan. Oleh karena itu, para polisi disana rutin berolahraga. Tempat olahraga atau gym dan sarana olahraga lainnya menjadi tempat yang wajib dikunjungi para polisi untuk menjaga berat badan mereka. Apalagi tugas polisi di Pakistan erat kaitannya dengan pengejaran kelompok Taliban yang kerap mengganggu keamanan di negeri tersebut.
Adapun untuk di Rusia, Menteri Dalam Negeri Rashid Nurgaliyev pada juli 2011 lalu pernah mengeluarkan ancaman keras pada polisi gendut. Mereka harus menurunkan berat badan. Jika tidak, mereka akan dipecat dari kepolisian.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Polres Tangerang, Jumat (9/11) mewajibkan seluruh personelnya yang kelebihan berat badan untuk berdiet. Program ini akan diikuti oleh 142 anggota Polres Tangerang, termasuk delapan polisi wanita di wilayah Kota Tengarang, Banten. Program diet itu termasuk pembinaan penurunan berat badan dengan berolahraga setiap Selasa dan Jumat soredi lapangan Ahmad Yani.Polisi Gendut di Tangerang Wajib Diet