FOTO: Pandemi, Penjualan Sangkar Burung Meningkat

oleh Johan FatzryDiterbitkan 17 Maret 2021, 17:00 WIB
Pandemi, Penjualan Sangkar Burung Meningkat
Perajin mengkatakan produksi sangkar burung yang dijual dengan Harga Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per sangkar mengalami peningkatan penjualan sebesar 50 persen selama pandemi COVDI-19.
Perajin membuat sangkar burung di YR Sangkar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Perajin mengkatakan produksi sangkar burung yang dijual Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per sangkar alami peningkatan penjualan 50 persen selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perajin mengecek sangkar burung di YR Sangkar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Perajin mengkatakan produksi sangkar burung yang dijual Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per sangkar alami peningkatan penjualan 50 persen selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perajin membuat sangkar burung di YR Sangkar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Perajin mengkatakan produksi sangkar burung yang dijual Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per sangkar alami peningkatan penjualan 50 persen selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perajin membuat sangkar burung di YR Sangkar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Perajin mengkatakan produksi sangkar burung yang dijual Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per sangkar alami peningkatan penjualan 50 persen selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perajin menunjukkan sangkar burung di YR Sangkar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Perajin mengkatakan produksi sangkar burung yang dijual Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per sangkar alami peningkatan penjualan 50 persen selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Perajin membuat sangkar burung di YR Sangkar, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/3/2021). Perajin mengkatakan produksi sangkar burung yang dijual Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per sangkar alami peningkatan penjualan 50 persen selama pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya