Liputan6.com, Jakarta Derby Della Madonnina menjadi laga penting bagi para penggemar duo Milan, Inter dan AC Milan. Tidak akan berubah meski pandemi virus Corona COVID-19 memaksa kedua kubu untuk berdiam di rumah.
Tak sekedar urusan menang kalah. Ada harga diri yang dipertaruhkan pada laga yang berlangsung di San Siro atau Giuseppe Meazza-nama tergantung kepada klub yang menjadi tuan rumah. Selalu seperti itu, sejak Giovanni Paramithiotti cs menyelesaikan rapat di Restoran L’Orologio 1908 lalu.
Advertisement
Derby Della Madonnina sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun setiap episode selalu punya cerita, berbeda termasuk saat Inter Milan menjamu AC Milan di babak perempat Copa Italia, dini hari nanti, Rabu (27/1/2021).
"Kami bermain untuk bisa lolos, kami menghormati kompetisi ini," kata Pelatih Inter Milan, Antonio Conte kepada RAI seperti dilansir dari Football Italia.
"Kami tertinggal dua gol pada derby terakhir, dan besok kami harus lebih klinis dan punya tekad. Itu akan sangat penting. Milan bukan hanya Ibra (Ibrahimovic)," beber mantan pelatih timnas Italia itu.
Inter Milan telah satu dekade melangkah tanpa trofi. AC Milan juga kurang lebih sama. Sejak menjadi Scudetto pada 2010-11 lalu, skuat Rossoneri belum pernah meraih gelar juara hingga saat ini.
Pertandingan dini hari ini sangat menentukan bagi kedua tim dalam menghapus dahaga ini. Sebab hanya pemenanglah yang berhak melanjutkan perjuangannya untuk mengangkat trofi.
"Coppa Italia adalah kompetisi terpisah, yang lebih berpotensi berakhir dengan sudden death baik 90 menit atau 120 menit. Ini adalah pertandingan tunggal," kata pelatih AC Milan, Stefano Pioli.
"Ini kompetisi berbeda yang sangat kami perdulikan, tapi liga cerita yang berbeda. Derby berikutnya akan berlangsung bulan depan dengan pertandingan lain yang tak kalah penting sebelumnya. Ini perempat final yang krusial, kami harus menghadapinya dengan cara terbaik," beber Pioli.