Liputan6.com, Jakarta Masih ingat Indonesia Premier League atau IPL? Kompetisi yang digagas oleh pengusaha Arifin Panigoro ini pernah dianggaap sebagai breakaway league oleh FIFA. Kini status yang sama juga bakal diberikan kepada kompetisi Liga Super Eropa yang digagas oleh klub-klub profesional Benua Biru.
IPL muncul pada tahun 2011 sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap PSSI yang saat itu masih dipimpin oleh Nurdin Halid. Sebanyak 19 klub--mayoritas klub baru yang bukan anggota PSSI- ikut ambil bagian dalam kompetisi yang dikelola Konsorsium PT Liga Primer Indonesia tersebut.
Advertisement
IPL tidak diakui oleh PSSI dan dianggap sebagai breakaway league oleh FIFA. Kehadiran IPL sekaligus mengawali konflik dualisme di tubuh PSSI yang berujung pada pembekuan sepak bola di Indonesia.
Lalu bagiamana dengan Liga Super Eropa? Kompetisi ini sebenarnya masih dalam tahap wacana. Usulan ini juga bukan hal baru karena sudah pernah dijajaki pada tahun 1998 oleh Media Parnters. Sayang, proposal yang diajukan oleh perusahaan asal Italia tersebut ditolak oleh FIFA.
Beberapa tahun terakhir, wacana ini kembali mengemuka. Utamanya setelah Presiden Real Madrid, Florentino Perez kembali bergerilya ke klub-klub Eropa untuk mematangkan rencana tersebut. Perez pada tahun 2019 pernah mengkritik Liga Champions Eropa dan berkata, " Kita harus menyetujui proposal Liga Super Eropa yang baru yang akan menjami tim terbaik bertemu tim terbaik."
Saksikan juga video menarik di bawah ini
Manuver Presiden Madrid
Pada bulan November 2018 lalu, media Jerman Der Spiegel, berhasil mendapatkan dokumen terkait hal ini. Dalam laporannya, Spiegel menyebut Real Madrid tengah berniat mewujudkan kompetisi itu.
Sejumlah klub yang tertulis dalam dokumen itu belakangan membantah ikut ambil bagian. Namun Florentino Perez tetap melanjutkan langkahnya mendekati tim-tim elite Benua Biru. Dan pada bulan Oktober lalu, giliran Barcelona yang membubuhkan tanda tangannya pada proposal tersebut.
"Dewan direksi setuju untuk berpartisipasi dalam Liga Super Eropa di masa depan, sebuah proyek yang dipromosikan oleh klub-klub besar di Eropa," kata Presiden Barca, Josep Bartomeu.