Liputan6.com, Depok: Musisi senior Benny Likumahuwa yang telah mengikuti perkembangan Jazz Goes To Campus (JGTC) sejak awal berharap acara ini bisa melaju ke kancah internasional. "Berharap bisa berkembang menjadi internasional. Yang dekat saja dulu, ASEAN," kata Benny saat konferensi pers di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.
Pada kesempatan yang sama, musisi jazz kelahiran Kediri, Jawa Timur, 18 Juni 1946 itu sekaligus memuji para mahasiswa yang turun-temurun mengadakan acara itu sejak 1976. "Kerjanya amatiran, tapi hasilnya profesional," ungkap Benny Likumahuwa, kakak mendiang penyanyi Utha Likumahuwa dan ayah dari Barry Likumahuwa.
Pada perhelatan yang akan diselenggarakan 25 November mendatang, Benny mengatakan akan memainkan alat musik tiup. "Merangkul pemain alat musik tiup yang mau main dengan saya tanpa memikirkan segi komersial," kata Benny Likumahuwa, musisi di beberapa kelompok musik di Indonesia maupun Internasional.
Sementara itu, Reza dari band The Groove lebih mengutamakan sisi apresiasi pada festival ke-35 itu. "Karena kami tahu yang nonton JGTC ngerti musik, ada yang anak band. Edukasi musik. Berusaha penampilan kami lebih ke unsur apresiasi," jelasnya.
Reza mengatakan The Groove punya keterkaitan emosional dengan acara tersebut karena sejak album pertama mereka keluar, mereka beberapa kali main di acara ini. "Tiap kali kita manggung di sini benar-benar ingin fun. Unsur kebersamaan yang dicari," jelas Reza "The Groove".
"Event seperti ini sangat ditunggu. Kami menanti apresiasi dari orang yang sejalan dengan musik kami."
Jazz Goes To Campus (JGTC) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi UI ini akan menyajikan "Museum Jazz" pada 25 November mendatang. Museum Jazz itu akan menampilkan perjalanan jazz, baik jazz internasional, jazz Indonesia, maupun sejarah acara JGTC yang telah ada sekitar 1976.
"Jadi tujuannya memang kami edukasi orang-orang yang datang, bukan hanya telinganya tapi secara visual juga," kata Ketua Panitia JGTC Siward Mandira Ludin, belum lama ini.(ANT/ANS)
Pada kesempatan yang sama, musisi jazz kelahiran Kediri, Jawa Timur, 18 Juni 1946 itu sekaligus memuji para mahasiswa yang turun-temurun mengadakan acara itu sejak 1976. "Kerjanya amatiran, tapi hasilnya profesional," ungkap Benny Likumahuwa, kakak mendiang penyanyi Utha Likumahuwa dan ayah dari Barry Likumahuwa.
Pada perhelatan yang akan diselenggarakan 25 November mendatang, Benny mengatakan akan memainkan alat musik tiup. "Merangkul pemain alat musik tiup yang mau main dengan saya tanpa memikirkan segi komersial," kata Benny Likumahuwa, musisi di beberapa kelompok musik di Indonesia maupun Internasional.
Sementara itu, Reza dari band The Groove lebih mengutamakan sisi apresiasi pada festival ke-35 itu. "Karena kami tahu yang nonton JGTC ngerti musik, ada yang anak band. Edukasi musik. Berusaha penampilan kami lebih ke unsur apresiasi," jelasnya.
Reza mengatakan The Groove punya keterkaitan emosional dengan acara tersebut karena sejak album pertama mereka keluar, mereka beberapa kali main di acara ini. "Tiap kali kita manggung di sini benar-benar ingin fun. Unsur kebersamaan yang dicari," jelas Reza "The Groove".
"Event seperti ini sangat ditunggu. Kami menanti apresiasi dari orang yang sejalan dengan musik kami."
Jazz Goes To Campus (JGTC) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi UI ini akan menyajikan "Museum Jazz" pada 25 November mendatang. Museum Jazz itu akan menampilkan perjalanan jazz, baik jazz internasional, jazz Indonesia, maupun sejarah acara JGTC yang telah ada sekitar 1976.
"Jadi tujuannya memang kami edukasi orang-orang yang datang, bukan hanya telinganya tapi secara visual juga," kata Ketua Panitia JGTC Siward Mandira Ludin, belum lama ini.(ANT/ANS)