Liputan6.com, Jakarta - Tragedi pesawat udara pernah menimpa insan sepak bola. Mereka meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat terbang. Bahkan, insiden seperti ini bahkan pernah merenggut nyawa satu tim sekaligus.
Berikut ini merupakan tiga tragedi pesawat jatuh yang juga menelan korban pemain dari klub sepak bola.
Advertisement
Chapecoense
28 November 2016 menjadi momen kelabu bagi klub asal Brasil ini. Bukan karena kalah menyesakkan dalam sebuah laga, tapi karena klub yang identik dengan warna hijau itu kehilangan hampir seluruh skuat intinya dalam kecelakaan pesawat LaMia Flight 2933.
Mereka termasuk dalam 77 korban meninggal dunia saat pesawat yang membawa mereka dari Santa Cruz de la Sierra, Bolivia menuju Medellín, Kolombia kecelakaan. Pesawat nahas tersebut kehabisan bahan bakar sebelum akhirnya menghantam pegunungan Cerro Gordo.
Saat kejadian, para pemain hendak bertanding melawan Atletico Nacional pada final Copa Sudamericana, kompetisi antarklub Amerika Latin yang setara dengan Liga Europa.
Tiga pemain selamat dalam kejadian tersebut. Mereka adalah bek kiri, Alan Ruchel (18), kiper cadangan, Jakson Follmann (19), dan bek tengah Neeto. Follmann harus kehilangan satu kakinya akibat kejadian ini dan segera memutuskan pensiun dari sepak bola.
Kiper utama, Danilo, juga masih hidup saat ditemukan tim penyelamat. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Dia tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Video Pilihan
Manchester United
Matt Busby merupakan salah satu manajer terbaik yang pernah dimiliki Manchester United (MU). Selama menangani Setan Merah, Busby sangat berkuasa. Dia menentukan sendiri pemain-pemain yang akan dibeli, pemain yang dilepas, dan turun melatih di lapangan.
Busby menyukai pemain muda. Skuatnya kala itu dihuni pemain dengan rata-rata berusia 22 tahun. Itu sebabnya, para pemain di era Busby, akrab disebut sebagai Busby Babes.
Pada tahun 1952 pasukan Busby berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Inggris. Ini sekaligus menjadi gelar liga pertama Setan Merah setelah penantian panjang selama 41 tahun. Sejak saat itu, MU mulai di perhitungkan di kancah sepak bola domestik maupun internasional.