Blispi Gelar Liga Pelajar Nasional Tanpa Embel-Embel Kemenpora

Blispi memberi klarifikasi terkait Liga Pelajar Nasional yang dituding membawa nama kemenpora. Blispi menegaskan ini sebagai kegiatan internal.

oleh Defri SaefullahDiperbarui 14 Desember 2020, 17:44 WIB
ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (Blispi) meluruskan tudingan mereka sudah mencatut nama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam penyelenggaraan Liga Pelajar Piala Blispi Nasional 2020 yang digelar di Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.

Diketahui, sebuah pemberitaan menyebutkan gelaran Piala Blispi Nasional di lapangan Windusengkahan Kuningan pada Sabtu (12/12/2020) dihentikan oleh Kapolres Kuningan. Kejuaraan disebut ilegal karena membawa-bawa nama Kemenpora.

"Perlu diluruskan bahwa gelaran Piala Blispi Nasional 2020 ini adalah murni kegiatan internal Blispi tanpa melibatkan pihak-pihak lain apalagi mencatut nama Kemenpora," kata Ketua Umum Blispi, Subagja Suihan seperti rilis yang diterima media.

"Saya sebagai Ketua sudah selalu mengingatkan kepada teman-teman pengurus Blispi agar agenda tahun ini jangan sampai membawa nama pihak lain terlebih Kemenpora," imbuhnya.

Subagja lebih lanjut membeberkan sejumlah fakta terkait penghentian Kejuaraan Piala Blispi Nasional di di lapangan Windu sengkahan, Kuningan. Dijelaskannya, mereka sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menggelar turnamen ini.

Itu dilakukan mulai dari Kepala Desa, Kecamatan, Polsek, Askab PSSI Cirebon dan Askab PSSI Kuningan terkait pelaksanaan babak delapan besar hingga final, Kadispora hingga Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat. Dalam rekomendasi tertulisnya Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon memberi arahan agar Panpel Piala Blispi Nasional 2020 menerapkan protokol kesehatan covid-19 serta menyediakan sarana dan prasarananya.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:


Pindah ke Kuningan

Subagja Suihan, ketua BLISPI (kanan) (Bola.com/Abdi Satria)

Meski telah mendapat restu dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat, namun di tengah jalan penyelenggaraan Piala Blispi Nasional di Cirebon terkendala akibat tidak adanya persetujuan dari Tim Kesehatan Puskesmas Desa Cilengkrang Girang. Pertandinganpun terpaksa dihentikan.

Sehingga tiga lapangan yang telah dipersiapkan di Cirebon yaitu lapangan Waled Kota, lapangan Jatiwaluya dan lapangan Cilengkrang Girang tidak dapat digunakan.

"Akibat kehilangan tiga lapangan tersebut panitia lokal bergerak cepat untuk mencari lapangan pengganti dan direkomendasikan lapangan Windu Sengkahan Kuningan," kata Subagja .

"Kerena weekend kami kesulitan mencari lapangan. akhirnya sampai malam dapat dua lapangan hasil dari rekomedasi dari salah satu rekan pengurus di Kuningan yang sudah dideposit. Panitia mengira tidak ada permasalahan, penggunaan lapangan sudah dibereskan nyatanya tidak," tambahnya.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya