Serangan Kepindik Hitam di Polman Mengganas

Petugas penanggulangan hama dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Polman, Sulbar, yang melakukan observasi mendapati tujuh karung serangga yang diamankan warga.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Oktober 2012, 07:40 WIB
Liputan6.com, Polewali Mandar: Serangan jutaan serangga jenis kepindik hitam di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, sejak sepekan terakhir kian memprihatinkan. Petugas penanggulangan hama dari Dinas Pertanian dan Peternakan yang melakukan observasi, Selasa (2/10) malam, mendapati tujuh karung serangga yang diamankan warga.

Tujuh karung itu adalah kepindik yang dikumpulkan di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur lintas barat Sulawesi, Kecamatan Polewali. Meski sudah dikarungkan serangga-serangga yang muncul usai panen di wilayah ini masih hidup. Kepindik-kepindik hitam itu telah menyerang fasilitas umum seperti minimarket dan pom bensin.

Menurut petugas penanggulangan hama, kepindik hitam yang menyerang permukiman ini diperkirakan mampu bertahan hidup hingga tujuh bulan. Binatang ini dapat membahayakan tanaman padi petani terutama pada saat musim tanam tiba. Dikahwatirkan serangga-serangga ini akan menyerang batang padi dan dapat mengakibatkan gagal panen.

Menyikapi kondisi ini Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Polman Muhammad Basir berjanji mengadakan penyemprotan massal secara bersamaan. Hal itu untuk mengantisipasi perkembangbiakan serangga kepindik hitam yang terus bermunculan tiap malam.

Warga mengeluhkan kondisi ini. Sejumlah warga menuturkan, serangga kepindik hitam tak hanya mengeluarkan bau menyengat tapi juga membuat badan melepuh dan mata perih. Selain itu warga sulit beraktifitas lantaran harus mematikan lampu di rumah lantaran serangga kepindik hitam sangat menyukai cahaya.

Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Polman mencatat ada 16 kecamatan mendapat serangan jutaan serangan kepindik hitam. Bahkan diperkirakan serangga kepindik hitam sudah berimigrasi ke Kabupaten Majene. Dikhawatirkan pula masih akan terus berimigrasi ke wilayah lain.

Untuk penanggulangan awal, warga diharapkan membuat perangkap alami dengan cara menaruh baskom berisi air di bawah lampu sembari menunggu penyemprotan massal.(AIS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya