Liputan6.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh menilai perlu adanya sejumlah langkah strategis dalam menangani kasus tawuran antara SMA 6 dan SMA 70. Misalnya dengan meleburkan SMA 6 Jakarta dan SMA 70 Jakarta atau merubah nama sekolah tersebut untuk menghilangkan dendam antarsiswa di kedua sekolah tersebut.
"Melebur kedua sekolah tersebut misalnya menjadi SMA 706, agar identitas dan kebanggaan kelompok yang disalurkan secara salah tersebut terputus. Ini langkah awal untuk memutus mata rantai kekerasan dan dendam warisan tersebut," kata Niam kepada Liputan6.com melalui pesan singkatnya di Jakarta, Selasa (25/9).
Menurutnya, peran alumni sangat penting dalam kasus rutinitas tawuran yang kerap dilakukan kedua sekolah favorit di Jakarta itu. Karena itu, ia berharap peran alumni dari kedua sekolah tersebut dapat dioptimalkan secara positif demi mencegah terjadinya hal serupa.
"Dalam kasus tawuran SMA 6 dan SMA 70, peran alumni sangat menentukan untuk mencegah dan memutus mata rantai kekerasan atau justru melanggengkan kekerasan tersebut. Pada 20 September 2011, saat tawuran SMA 6 dengan wartawan, KPAI sempat intervensi kasus, termasuk dengan alumni. Kemudian berkomitmen mewujudkan SMA 6 sebagai Sekolah Ramah Anak," ujarnya. (ALI/FRD)
"Melebur kedua sekolah tersebut misalnya menjadi SMA 706, agar identitas dan kebanggaan kelompok yang disalurkan secara salah tersebut terputus. Ini langkah awal untuk memutus mata rantai kekerasan dan dendam warisan tersebut," kata Niam kepada Liputan6.com melalui pesan singkatnya di Jakarta, Selasa (25/9).
Menurutnya, peran alumni sangat penting dalam kasus rutinitas tawuran yang kerap dilakukan kedua sekolah favorit di Jakarta itu. Karena itu, ia berharap peran alumni dari kedua sekolah tersebut dapat dioptimalkan secara positif demi mencegah terjadinya hal serupa.
"Dalam kasus tawuran SMA 6 dan SMA 70, peran alumni sangat menentukan untuk mencegah dan memutus mata rantai kekerasan atau justru melanggengkan kekerasan tersebut. Pada 20 September 2011, saat tawuran SMA 6 dengan wartawan, KPAI sempat intervensi kasus, termasuk dengan alumni. Kemudian berkomitmen mewujudkan SMA 6 sebagai Sekolah Ramah Anak," ujarnya. (ALI/FRD)