Liputan6.com, Bandung: Sebuah ledakan yang diduga berasal dari sebuah bom rakitan terjadi di Bandung Supermal, Jalan Gatot Subroto, Bandung, Jawa Barat, Kamis (24/10) pukul 17.30 WIB. Insiden ini melukai tiga orang, seorang di antaranya Agus Sudarto, petugas kebersihan yang pertama kali menemukan bom rakitan tersebut. Setelah mendapat perawatan, ketiga korban diperbolehkan pulang.
Namun Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung Komisaris Besar Polisi Hendra Sukmana membantah ledakan tersebut berasal dari bom. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ledakan itu berasal dari bahan peledak yang menyerupai petasan. Kendati demikian, polisi masih menyisir seluruh area mal untuk mengetahui kemungkinan bahan peledak lain.
Sebelumnya polisi menduga ledakan tersebut berasal dari bom rakitan low explosive. Kandungan bom terdiri dari potasium nitrat yang dirancang dengan menggunakan detonator. Sementara manajemen Istana Plaza mengaku pernah mendapat ancaman bom melalui telepon dua hari silam.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SCTV, bungkusan berisi bahan peledak itu ditemukan Agus yang tengah membersihkan keranjang sampah di basement C 19. Agus berniat membersihkan bungkusan plastik tersebut. Namun saat diangkat, bungkusan itu meledak. Tim Gegana Polwiltabes Bandung yang tiba di lokasi langsung membentangkan police line di sekitar peledakan.
Dari bekas ledakan, diketahui bom itu memiliki kesamaan dengan bom yang ditemukan di Istana Plaza pukul 14.30 WIB. Memang, sebelumnya ditemukan satu bungkusan plastik berisi bom rakitan di toilet lantai dua Istana Plaza, Jalan Pasir Kaliki, Bandung. Bom itu juga pertama kali ditemukan seorang petugas cleaning service gedung. Untungnya, bom rakitan ini bisa segera dijinakkan Tim Unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jabar. Mereka meledakkan bom tersebut di pinggir jalan dengan tabung peledak.(DEN/Patria Hidayat dan Aprilia Melisa)
Namun Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Bandung Komisaris Besar Polisi Hendra Sukmana membantah ledakan tersebut berasal dari bom. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ledakan itu berasal dari bahan peledak yang menyerupai petasan. Kendati demikian, polisi masih menyisir seluruh area mal untuk mengetahui kemungkinan bahan peledak lain.
Sebelumnya polisi menduga ledakan tersebut berasal dari bom rakitan low explosive. Kandungan bom terdiri dari potasium nitrat yang dirancang dengan menggunakan detonator. Sementara manajemen Istana Plaza mengaku pernah mendapat ancaman bom melalui telepon dua hari silam.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SCTV, bungkusan berisi bahan peledak itu ditemukan Agus yang tengah membersihkan keranjang sampah di basement C 19. Agus berniat membersihkan bungkusan plastik tersebut. Namun saat diangkat, bungkusan itu meledak. Tim Gegana Polwiltabes Bandung yang tiba di lokasi langsung membentangkan police line di sekitar peledakan.
Dari bekas ledakan, diketahui bom itu memiliki kesamaan dengan bom yang ditemukan di Istana Plaza pukul 14.30 WIB. Memang, sebelumnya ditemukan satu bungkusan plastik berisi bom rakitan di toilet lantai dua Istana Plaza, Jalan Pasir Kaliki, Bandung. Bom itu juga pertama kali ditemukan seorang petugas cleaning service gedung. Untungnya, bom rakitan ini bisa segera dijinakkan Tim Unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brigade Mobil Kepolisian Daerah Jabar. Mereka meledakkan bom tersebut di pinggir jalan dengan tabung peledak.(DEN/Patria Hidayat dan Aprilia Melisa)