Liputan6.com, Jakarta - Derby dalam sepak bola memiliki makna lebih dibanding pertandingan lainnya. Ada bumbu ekstra yakni pertaruhan gengsi daerah.
Hasilnya adalah laga penuh drama. Tim siap menempuh berbagai cara untuk berjaya. Di sini kemenangan menjadi harga mati.
Advertisement
Itu baru bicara di dalam lapangan. Di luar, kehadiran suporter masing-masing tim membuat tensi pertandingan semakin panas.
Salah satu derby terhebat melibatkan Boca Juniors dan River Plate. FourFourTwo menyebutnya sebagai derby terbesar di dunia pada 2016, klaim yang didukung Daily Telegraph dan Daily Mirror.
Sementara The Observer menempatkan partai bertajuk Superclasico ini di puncak daftar 50 ajang olahraga yang harus disaksikan sebelum kita mati.
Membicarakan derby, mari mengenang salah satu episode terburuk sepanjang sejarah. Peristiwa berlangsung di Belfast, Irlandia Utara, pada 1920.
Masyarakat negara tersebut pada dasarnya sudah saling membenci sehingga tercipta konflik sektarian. Suasana bertambah panas karena Irlandia sedang tengah berseteru menuju negara bebas yang berdiri pada 1922 hingga 1937.
Saksikan Video Derby Panas Berikut Ini
Awal Mula
Pertandingan berlangsung di Stadion Solitude, markas Cliftonville FC. Berlangsung laga ulangan antara Glentoran dan Belfast Celtic pada semifinal Piala Irlandia.
Pada mayoritas waktu, partai berlangsung datar tidak seperti derby biasanya. Sebelum akhirnya kekacauan meledak akibat keputusan wasit 10 menit sebelum pertandingan usai.
Penyerang Glentoran Gowdy dijatuhkan dari belakang oleh Barrett ketika menerobos sendirian menuju gawang. Wasit kemudian mengusir Barrett.
Sekelompok suporter Celtic tidak terima keputusan itu dan masuk lapangan. Aparat keamanan berhasil melindungi wasit dan pemain. Namun, pendukung Glentoran menunjukkan reaksi berbeda. Mereka melempar batu ke fans lawan.
Kerusuhan Meledak
Apa yang terjadi kemudian tidak ada yang menduga dan membuat kondisi makin kacau. Seorang suporter Celtic kesal setelah terkena batu. Dia kemudian mengeluarkan senjata api dan menembak membabi buta ke arah suporter Glentoran.
Pendukung panik dan kalang kabut menyelamatkan diri. Masalahnya, pintu keluar tidak dibangun untuk menghadapi serbuan massa. Akibatnya tubuh suporter saling terhimpit dan menumpuk.