Pemerintah Berikan Swab Test Covid-19 Gratis untuk Tenaga Kesehatan

Pemerintah memberikan tes usap atau swab test Covid-19 gratis kepada para tenaga kesehatan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 22 September 2020, 18:47 WIB
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito ungkap angka sembuh mencapai puncaknya pada 24 Agustus 2020 dengan jumlah 3.560 kasus saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (25/8/2020). (Dok Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah memberikan tes usap atau swab test Covid-19 gratis kepada para tenaga kesehatan.

Adapun tujuannya, adalah memberikan perlindungan kepada para tenaga kesehatan dari penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Hal ini kami wujudkan dengan memberikan swab test gratis terhadap para tenaga kesehatan secara berkala," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (22/9/2020).

Menurut dia, tes gratis telah dilakukan mulai Selasa hari ini dan diawali di wilayah Jakarta, Bogor, Depok Tangerang (Jabodetabek).

Wiku memastikan tes gratis untuk para tenaga kesehatan ini akan dilakukan di provinsi lainnya, khususnya yang masuk zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

Pemerintah mendorong para tenaga kesehata ikut serta dalam program ini. Dengan begitu, angka penularan Covid-19 kepada tenaga kesehatan dapat ditekan.

"Sehingga betul-betul dapat mendeteksi lebih dini dan mencegah potensi penyebaran lebih lanjut kepada tenaga kesehatan yang lainnya," jelas Wiku.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Klaster Rumah Sakit

Wiku menuturkan, saat ini rumah sakit menjadi klaster penularan terbanyak yang menyumbangkan angka kasus Covid-19 di tanah air.

Setidaknya, ada 24.000 pasien positif Covid-19 yang berasal dari klaster rumah sakit.

Selain rumah sakit, komunitas juga menjadi klaster yang menyumbangkan angka kasus Covid-19 terbanyak yakni, 15.133 orang. Kemudian, klaster perkantoran 3.194 karyawan, klaster ABK/PMI 1.641 orang.

"Sedangkan di pasar adalah 622 orang dan Puskesmas 220 pasien," ucap Wiku.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya