Liputan6.com, Jakarta - Katalisator Muda Indonesia atau KaMu Indonesia berkolaborasi dengan Sindikat Komuniti yang mendapat dukungan dari Kopi Bang Prend Kemang untuk melawan kekerasan seksual yang masih marak terjadi di Tanah Air.
Demi mewujudkan misi tersebut, KaMu Indonesia dan Sindikat Komuniti menggelar malam puisi bertajuk Lentera Kata: Kekerasan Seksual. Ini merupakan salah satu cara untuk menekan kejahatan tersebut.
Advertisement
Rahmat Ginanjar selaku Penasehat KaMu Indonesia, menyampaikan bahwa tujuan utama acara ini adalah mengajak anak-anak muda agar bangkit melawan kekerasan seksual melalui sajak-sajak puisi.
Menjadi Perubahan
“Urgensinya untuk menciptakan anak muda sebagai katalis perubahan dalam bidang kekerasan sangat diperlukan, melihat banyaknya kasus yang terjadi di seluruh Indonesia,” ujar Rahmat di Jakarta, Jumat (28/8/2020) malam.
Momentum Ulang Tahun
Selain itu, ini juga menjadi momentum HUT ke-2 KaMu. Rahmat pun mengatakan bahwa acara ini tetap memperhatikan protokol kesehatan. Misalnya saja penggunaan masker, hand sanitizer dan menjaga jarak.
Dibacakan Anak-Anak Muda
Acara ini pun dibuat sedemikian rupa agar puisi-puisi yang disampaikan bisa menyentuh maknanya secara menyeluruh. Terdapat 52 puisi yang seluruhnya dibacakan oleh anak-anak muda.
“Ini sekaligus untuk meningkatkan pemahaman mengenai konflik dan kekerasan. Makanya, KaMu mengambil peran dalam pembentukan jiwa kreatif anak muda demi memajukan ekonomi kreatif Indonesia,” Rahmat menambahkan.
Menyebarkan Pemahaman
Randa Sandhita yang menjabat sebagai founder sekaligus executive director Katalisator Muda Indonesia, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyebarkan pemahaman yang mumpuni.
Hal itu dilakukan agar semua pihak bisa menyelesaikan konflik di kehidupan sehari-hari. Sehingga pemahaman yang disampaikan tidak dijadikan tren oleh para pemuda untuk menonjolkan diri sendiri.
“KaMu berkomitmen akan memerangi semua itu dengan pendekatan-pendekatan yang inklusif terhadap anak muda Indonesia,” terangnya.
Pelatihan Intensif
Selama dua tahun terakhir, terdapat lebih dari 3.500 anak-anak muda seluruh Indonesia yang mendapatkan pelatihan intensif dari Katalisator Muda Indonesia dalam hal penanganan konflik dan kekerasan.
“Diharapkan dengan adanya perluasan organisasi pemuda ini di beberapa provinsi di Indonesia, dapat membantu 100 ribu pemuda Indonesia dalam memerangi kekerasan di tahun berikutnya,” Randa menambahkan.