Liputan6.com, Medan: Pemerintah Provinsi Sumatra Utara bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO), organisasi buruh internasional, mengadakan program penyelamatan buruh anak di wilayah pantai timur Sumut. Alhasil, baru-baru ini, mereka menyelamatkan 352 pekerja anak yang selama ini bekerja di jermal. Namun jumlah tersebut baru diperoleh dari hasil penyisiran sementara di sejumlah jermal.
Saat ditemukan, anak-anak tersebut dalam kondisi sangat memprihatinkan. Mereka umumnya mengaku mengetahui risiko bekerja di jermal di tengah laut. Namun tak ada pilihan lain akibat desakan ekonomi dalam keluarga serta orangtua yang tak mampu membiayai sekolah mereka. Menurut data hingga Agustus, terdapat 106 jermal di Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Langkat dan labuhan Batu, Sumut. Di jermal-jermal tersebut, buruh anak-anak ternyata masih terus dipekerjakan. Kondisi mereka umumnya sangat memprihatinkan.(PIN/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)
Saat ditemukan, anak-anak tersebut dalam kondisi sangat memprihatinkan. Mereka umumnya mengaku mengetahui risiko bekerja di jermal di tengah laut. Namun tak ada pilihan lain akibat desakan ekonomi dalam keluarga serta orangtua yang tak mampu membiayai sekolah mereka. Menurut data hingga Agustus, terdapat 106 jermal di Kabupaten Deli Serdang, Asahan, Langkat dan labuhan Batu, Sumut. Di jermal-jermal tersebut, buruh anak-anak ternyata masih terus dipekerjakan. Kondisi mereka umumnya sangat memprihatinkan.(PIN/Chaerul Dharma dan Cuk Arbianto)