Liputan6.com, Jakarta: Direktur Keuangan PT Adaro Energy Tbk. Andre J. Mamuaya yang terlibat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, kemarin, tewas akibat luka dalam yang dideritanya. Korban yang mengendarai sepeda motor Ducati berkecepatan tinggi menabrak Toyota Innova yang sedang belok masuk gedung.
Ajun Komisaris Besar Polisi Darmanto dari Kepolisian Daerah Metro Jaya menjelaskan, luka dalam yang dialami Andre akibat terjatuh dan benturan keras. "Setelah menghantam bodi mobil Innova, korban membentur patok dan pot bunga yang ada di trotoar," ujar Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu (22/8).
Darmanto menambahkan, secara kasat mata, luka yang diderita korban tidak terlihat dari luar. Hanya terlihat luka memar di leher dan dada yang membiru. Bahkan, helm yang dikenakan korban pun tidak rusak dan masih bagus. "Korban secara kasat mata tidak terluka. Namun sampai di Rumah Sakit Siloam, dokter menyatakan telah meninggal dunia akibat luka dalam," tegasnya.
Pihak kepolisian terus memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui insiden tersebut. Hal ini untuk mengetahui kronologi kecelakaan tersebut [baca: Polisi Periksa Dua Saksi Tewasnya Direktur Adaro].(ADI/ANS)
Ajun Komisaris Besar Polisi Darmanto dari Kepolisian Daerah Metro Jaya menjelaskan, luka dalam yang dialami Andre akibat terjatuh dan benturan keras. "Setelah menghantam bodi mobil Innova, korban membentur patok dan pot bunga yang ada di trotoar," ujar Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya di Jakarta, Rabu (22/8).
Darmanto menambahkan, secara kasat mata, luka yang diderita korban tidak terlihat dari luar. Hanya terlihat luka memar di leher dan dada yang membiru. Bahkan, helm yang dikenakan korban pun tidak rusak dan masih bagus. "Korban secara kasat mata tidak terluka. Namun sampai di Rumah Sakit Siloam, dokter menyatakan telah meninggal dunia akibat luka dalam," tegasnya.
Pihak kepolisian terus memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui insiden tersebut. Hal ini untuk mengetahui kronologi kecelakaan tersebut [baca: Polisi Periksa Dua Saksi Tewasnya Direktur Adaro].(ADI/ANS)