Bola Ganjil: Mussolini, Timnas Prancis, dan Charlton Athletic

Charlton Athletic menjawab permintaan Prancis untuk menggantikan Italia melakoni uji coba di Paris, April 1937. Apa yang terjadi di laga itu?

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 23 Juli 2020, 15:00 WIB
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Duel timnas dan klub di panggung sepak bola sudah biasa. Lain ceritanya jika laga itu terjadi dalam pemberitahuan singkat, terjadi sebelum Perang Dunia II, dengan tim pengganti meraih kemenangan besar.

Itulah yang terjadi saat Charlton Athletic menjawab permintaan Prancis untuk menggantikan Italia pada partai uji coba di Paris, April 1937.

Cerita berawal dari keengganan Italia pergi ke Prancis. Mereka khawatir akan keamanan tim dengan kelompok suporter sayap kiri Negeri Anggur berencana menggelar demonstrasi.

Tensi politik di Eropa pada saat itu sedang menuju klimaksnya. Italia mulai dikecam para tetangga karena paham fasisme Benito Mussolini. Timnas mereka pun merasakan dampak.

Pada uji coba tandang melawan Austria sebulan sebelumnya, laga harus dihentikan pada menit ke-73 karena tingginya kekerasan dan panasnya tensi. Sebanyak tiga pemain Italia pincang di laga ini. Sementara Austria kehilangan dua personel, masing-masing akibat cedera dan kartu merah.

Kedua tim tampil sangat bersemangat, tapi lebih karena dorongan politik ketimbang olahraga. Alhasil, sejak partai dimulai, pelanggaran dan perdebatan panas kedua tim berlangsung dalam waktu cepat.

Di luar lapangan, gestur fasis yang dilakukan pemain Italia sebelum pertandingan juga memancing reaksi negatif sekitar 40 ribu pendukung tuan rumah.

Khawatir hal sama terulang, Italia memutuskan mundur. "Stadion akan penuh dengan ribuan pendukung Italia melakukan gestur fasis. Sementara ribuan suporter Prancis memberi salut kepalan tangan (gerakan sayap kiri). Dalam situasi ini, mustahil menghindari kerusuhan yang kemudian bisa menciptakan polemik internasional," kata Achille Starace, Presiden Komite Olimpiade Italia ketika itu.

Saksikan Video Timnas Prancis Berikut Ini


Mencari Lawan

Henri Delaunay. (UEFA).

Perwakilan Asosiasi Sepak Bola Prancis Henri Delaunay kemudian mencari rival baru. Dia melamar ke Belgia, Belanda, dan Jerman.

Prancis akhirnya mengamankan lawan tanding pada 9 April, dua hari sebelum pertandingan. Identitas tim itu tidak ada yang menduga karena Charlton Athletic. Hingga sekarang masih menjadi misteri mengapa hal ini bisa terjadi.

"Jelas pertandingan menghadapi Charlton Athletic tidak memiliki gengsi sama seperti laga yang melibatkan dua negara. Partai nanti kehilangan gairah yang membuat pemain mengerahkan segalanya karena mempertaruhkan kehormatan bangsa," tulis majalah olahraga Prancis, Match.

Lanjut Baca:

Meski begitu, The Addicks tetap dianggap sebagai rival kuat. Charlton Athletic pada waktu itu mencatatkan diri sebagai tim yang konsisten masuk papan atas Inggris, tidak seperti sekarang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya