Liputan6.com, Jakarta Panitia kejuaraan tenis Grand Slam, Prancis Terbuka, sangat berhati-hati dalam menjalankan kejuaraan ini. Mereka tidak ingin, kasus Covid-19 yang dialami oleh petenis Novak Djokovic, sampai terulang lagi.
Kejuaraan tenis Novak Djokovic's Adria Tour telah dihentikan menyusul kasus virus Corona Covid-19 yang menimpa sejumlah pemain, termasuk Djokovic. Djokovic menuai banyak kecaman setelah karena dianggap terlalu menganggap enteng virus yang telah menjangkiti jutaan orang di dunia tersebut.
Advertisement
Pertandingan berlangsung nyaris tanpa protokol kesehatan yang memadai. Selain dihadiri penonton, para pemain juga melakukan sejumlah kontak fisik seperti berpelukan setelah pertandingan selesai.
Mereka juga berfoto bersama dan meladeni permintaan tanda tangan para penggemar.
Namun belakangan diketahui bahwa tujuh petenis terjangkit virus Corona Covid-19. Mereka adalah Djokovic, Grigor Dimitrov, Borna Coric, dan Viktor Troicki. Bahkan istri Djokovic, Jelena juga ikut tertular virus itu.
Djokovic dan istrinya mujur. Mereka telah dinyatakan sembuh. Nasib mereka tidak seburuk ratusan ribu masyarakat di dunia yang harus meninggal dunia dalam kesendirian.
Tidak Ingin Kecolongan
Direktur Prancis Terbuka, Guy Forget, tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Sebab rencananya, Prancis Terbuka yang akan berlangsung di Roland Garros, mulai 27 September mendatang rencananya akan dihadiri penonton sebanyak 60 persen dari total kapasitas tempat duduk di tribune.
"Mungkin saat itu beberapa orang terlau percaya diri," kata Forget seperti dilansir CNA.
"Beruntung tidak ada yang sampai sakit parah, tapi meski hanya beberapa kasus, itu sudah terlalu besar bagi kami dan kami ingin menghindarinya sebisa mungkin," beber Forget.
"Kami ingin meyakinkan semua orang, bahwa menyebabkan orang lain sakit sangat buruk untuk kami. Mari kita berhati-hati dan sangat berhati-hati," kata Forget menambahkan.
Prancis mulai melonggarkan kembali aturan lockdown yang sempat diberlakukan akibat pandemi virus Corona Covid-19. Sejak Mei lalu, masyarakat sudah diizinkan untuk beraktivitas kembali dengan protokol kesehatan yang ketat.
Sayang kebijakan ini justru mengakibatkan penambahan kasus yang mencapai lebih dari 500 orang per hari. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi panitia Prancis Terbuka. Apalagi diperkirakan 20 ribu penonton diperkirakan bakal hadir selama dua pekan babak penyisihan, dan 10 ribu lainnya saat memasuki babak-babak final.