6 Provinsi di Indonesia Tanpa Kasus Baru Covid-19, Jumat 19 Juni

Sebanyak 19 provinsi di Indonesia melaporkan penambahan di bawah 10 kasus baru Covid-19.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 19 Juni 2020, 16:52 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto saat konferensi pers Corona di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5/2020). (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyampaikan 19 provinsi di Indonesia melaporkan kasus positif Corona di bawah angka 10. Dari 19 provinsi tersebut, enam di antaranya bahkan melaporkan tak ada penambahan kasus positif sama sekali.

"19 provinsi melaporkan kasus di bawah 10. Enam provinsi nihil," ujar Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Enam provinsi yang melaporkan tak ada penambahan kasus baru Corona Covid-19 yakni Aceh, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kepulauan Riau, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, sebagian dari 6 provinsi yang tak melaporkan adanya penambahan kasus baru, melaporkan kasus sembuh. Seperti Bangka Belitung dengan kasus sembuh 6 orang, Kepulauan Riau sembuh 5 orang, dan Sulawesi Barat sembuh satu orang.

 


Provinsi di Bawah 10 kasus baru Covid-19

Dalam keterangan pada Rabu (20/5/2020), Wapangkogasgab RSD Wisma Atlet, Brigjen TNI M. Saleh bersama pihak terkait telah melakukan perbaikan insfrastruktur RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Sementara provinsi yang melaporkan kasus positif di bawah 10 adalah:

1. Riau 8

2. Maluku 7

3. Gorontalo 6

4. Banten 4

5. Sumatera Barat 4

6. Jambi 3

7. Sulawesi Tenggara 3

8. Papua Barat 3

9. Bengkulu 2

10. Kalimantan Utara 2

11. DI Yogyakarta 1

12. Sulawesi Tengah 1

13. Lampung 1

"Mari kita lihat secara keselurahan, begitu banyak provinsi yang telah terkendali kasus covidnya, ada juga beberapa provinsi yang cukup tinggi kasus yang kita dapatkan, kembali lagi, protokol kesehatan adalah kunci untuk mengurangi jumlah infeksi," kata Yuri soal update kasus Corona di Indonesia.

 


Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Petugas menyiapkan perlengkapan ruang isolasi Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2019). RS Darurat Penanganan COVID-19 hampir 100 persen rampung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Lanjut Baca:

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat. Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita. Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya