Liputan6.com, Jakarta - Temuan kasus positif Covid-19 di pasar tradisional menjadi fenomena terbaru pada pandemi virus Corona di Indonesia. Pemerintah wajib memberi perhatian khusus mengingat pasar adalah tempat berinteraksi antara penjual dan pembeli yang sedang memenuhi kebutuhan hidup.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Bidang Keanggotaan DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia IKAPPI, Dimas Hermadiyansyah.
Advertisement
Dia menjelaskan bahwa pasar adalah sebagai tempat strategis hajat hidup orang banyak dan DPP IKAPPI mencatat saat ini di wilayah Indonesia terdapat 13.450 pasar tradisional yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Dari jumlah tersebut, menampung sebanyak 12,3 juta pedagang, belum termasuk para pemasok barang, PKL, kuli panggul, serta jejaring rantai di pasar tradisional.
"Kami DPP IKAPPI mencatat data kasus Covid-19 di pasar seluruh Indonesia adalah 529 ditambah laporan terbaru yang kami terima dari Sumatera Selatan ada 19 temuan baru kasus Covid di Pasar Kebun Semai Sekip Palembang, Jadi, total kami mencatat perhari ini positif Covid-19 di pasar sebanyak 529 orang dan yang meninggal sebanyak 29 orang," ungkapnya.
Menurut Dimas, mengingat besarnya populasi manusia yang begitu besar menggunakan pasar sebagai sarana menggantungkan hidup, sudah semestinya pasar adalah sebagai sasaran untuk diselamatkan dari penyebaran Covid-19.
"Dengan banyaknya temuan kasus positif Covid-19 di pasar tersebut, maka kami sangat khawatir bila mata pencaharian 12 juta lebih pedagang pasar terganggu dan terancam hilang," ungkap dia.
"Oleh karena itu, kami berharap pemerintah lebih serius untuk melakukam program penanganan Covid-19 di pasar, baik itu melalui program sosialisasi bahaya Covid-19, pelaksanaan protokol kesehatan yang baik, bantuan penyediaan masker maupun hand sanitizer untuk pedagang serta penyemprotan disinfektan secara rutin di saat pasar berhenti beroperasi," lanjut Dimas.
DPP IKAPPI sendiri terus memantau perkembangan data kasus di Pasar Tradisional sambil terus melakukan penyadaran kepada para pedagang agar memperhatikan protokol kesehatan di pasar.