Kenali 6 Tanda Kapan Waktunya Anda Ganti Oli Motor

Tanda oli motor harus diganti sudah sepatutnya dikenali para pengguna kendaraan roda dua ini. Oli menjadi salah satu faktor penting dari bagian sepeda motor.

oleh Liputan6.comDiperbarui 09 November 2021, 20:45 WIB
Ganti oli motor di waktu yang tepat. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Tanda oli motor harus diganti sudah sepatutnya dikenali para pengguna kendaraan roda dua ini. Oli menjadi salah satu faktor penting dari bagian sepeda motor. Selain untuk pelumasan, oli juga berguna untuk mendinginkan mesin.

Seiring waktu pemakaian sepeda motor, oli akan menjadi kotor dan kehilangan sifat kimianya. Kualitas oli mesin pun dapat berubah, baik fisik dan kemampuan oli dalam melumasi mesin. Jika tidak ada pelumas, mesin tidak akan bertahan lama dan komponen mesin juga lebih cepat aus hingga akhirnya rusak.

Tanda oli motor harus diganti bisa dilihat dari jarak tempuh hingga keadaan mesin dan oli itu sendiri. Kamu bisa mengenali bahwa harus ganti oli jika suara mesin semakin keras, oli motor berwarna hitam pekat dan encer, serta volumenya berkurang.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (17/5/2020) tentang tanda oli motor harus diganti.


1. Jarak Tempuh Sudah Lebih dari 5.000 Kilometer

Disadari atau tidak ganti oli teratur ternyata banyak lho manfaatnya salah satunya bisa berpeluang hasilkan uang jutaan rupiah.

Salah satu tanda oli motor harus diganti yang paling mudah dilihat tentunya adalah melalui jarak tempuh sepeda motor. Melihat jarak tempuh di dasbor motor adalah patokan tanda oli motor harus diganti paling mudah.

Kebanyakan orang sudah mengetahui bahwa oli sepeda motor harus sudah diganti setelah jarak tempuhnya lebih dari 5.000 kilometer. Bahkan untuk motor matic perlu diganti jika jaraknya tempuhnya sudah 3.000 kilometer.

 


2. Suara Mesin Transmisi Kasar

Percaya Deh, Rugi Kalau Jarang Ganti Oli Motor.

Tanda oli motor harus diganti selanjutnya adalah suara mesin transmisi jadi kasar. Semakin sering digunakan, oli mengalami penurunan kualitas. Penurunan kualitas oli dapat memicu keluarnya suara atau bunyi kasar pada motor saat mengoper gigi atau saat mesin digas.

Suara yang kasar pada mesin transmisi diakibatkan karena kualitas oli mulai menurun akibat out of date atau sudah kedaluwarsa, maka daya lumasnya terhadap gear pada transmisi juga ikut terganggu.

 


3. Warna Hitam Pekat

Saat baru diganti, umumnya oli berwarna kuning, kecokelatan atau masih biru. Tapi kalau sudah kena sisa pembakaran, warna oli berubah menjadi hitam. Warna hitam pada oli disebabkan karena zat panas atau zat emisi atau kerak sisa pembakaran.

Lanjut Baca:

Jadi bisa disimpulkan bahwa oli yang berwarna hitam sudah terkontaminasi dengan banyak zat, kerak, gas NOx dan bensin yang tidak terbakar sehingga daya lumasnya akan menurun dan mesin pun lebih cepat aus.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya