Niat dan Tata Cara Puasa Syawal, Sunah yang Dianjurkan Rasulullah Setelah Lebaran

Setiap muslim sangat dianjurkan melakukan puasa Syawal selama enam hari setelah Lebaran.

oleh Liputan6.comDiperbarui 23 April 2021, 12:57 WIB
Setiap muslim sangat dianjurkan melakukan puasa Syawal selama enam hari. (Ilustrasi: Pexels.com)

Liputan6.com, Jakarta- Setiap muslim sangat dianjurkan melakukan puasa Syawal selama enam hari setelah Lebaran Siapa saja yang berpuasa sunah Syawal sebanyak enam hari setelah puasa wajib Ramadan, dia seperti berpuasa setahun.

Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, berbunyi:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, kemudian ia ikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapat pahala seperti puasa setahun penih.” (HR Muslim).

Puasa syawal merupakan salah satu dari puasa sunah, maka pelafalan niatnya pun bisa dilakukan di siang hari sejauh kamu belum makan, minum, dan melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut ini niat dan tata cara untuk mengerjakan puasa Syawal setelah Lebaran.


Niat Puasa Syawal

Untuk memantapkan hati, dianjurkan bagi kamu yang ingin menjalankan puasa Syawal dengan melafalkan niatnya. Berikut ini lafal niat puasa Syawal 6 hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

 


Niat Puasa Syawal di Pagi Hari

Bagi kamu yang mendadak di pagi harinya ingin mengamalkan puasa Syawal ini, tentunya juga diperbolehkan baginya untuk berniat sejak kamu berkehendak puasa sunah. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib.

Sedangkan untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Oleh karena itu, dianjurkan juga untuk melafalkan niat puasa syawal 6 hari di siang hari. Berikut lafalnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى‎

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

 


Tata Cara Puasa Syawal

Ilustrasi Berdoa Credit: freepik.com

Cara puasa Syawal secara umum sama dengan tata cara puasa Ramadan. Yaitu menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Adapun hal yang membedakan antara puasa Syawal dengan puasa lainnya hanya terletak pada niat puasa Syawal 6 hari saja.

Lanjut Baca:

Puasa Syawal dilakukan Selama 6 Hari Sebagaimana yang telah disebutnya dalam hadis, bahwa puasa Syawal dilakukan selama 6 hari. Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun lebih dari itu juga tidak apa-apa selagi masih di bulan Syawal. Boleh Berniat Setelah Terbit Fajar Telah diketahui bahwa disyaratkan untuk melakukan niat pada malam hari sebelum menjalankan puasa, yaitu sebelum terbit fajar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang tidak menghadirkan niat puasa di malam hari sebelum terbit fajar, maka tida ada puasa baginya.” (HR An-Nasai no. 2331). Namun, para ulama menjelaskan bahwa hal ini berlaku untuk puasa wajib saja. Adapun puasa sunah justru dibolehkan untuk menghadirkan niat setelah terbit fajar. Karena Nabi Muhammad SAW pernah melakukan hal tersebut. Sebagaimana dalam hadis Asiyah ra, “Rasulullah SAW bertanya kepadaku pada suatu hari: ‘Wahai Aisyah, apakah engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini?)’. Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, kita tidak memiliki sesuatu pun (untuk dimakan)’. Beliau lalu bersabda: ‘Kalau begitu aku akan puasa’”. (HR Muslim no. 1154).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya