Penolakan Supermal di Balikpapan Meluas

Penolakan supermal di lahan bekas Pusat Kegiatan Islam Balikpapan (Puskib) juga disampaikan Forum Ketua RT Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Kaltim.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Juli 2012, 21:02 WIB
Liputan6.com, Balikpapan: Penolakan supermal di lahan bekas Pusat Kegiatan Islam Balikpapan (Puskib) juga disampaikan Forum Ketua RT Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur. "Kami semua berasal dari 33 RT di Mekar Sari, mewakili 6.000 warga," kata Gunadi, Ketua RT 25, Selasa (31/7). Gunadi adalah salah satu juru bicara dari Forum tersebut.

Penolakan tersebut, menurut Gunadi, karena pada akhirnya masyarakat di lingkungan itulah yang menderita. Bila supermal akan menimbulkan dampak lingkungan, yaitu banjir, kemacetan, dan banyak lagi. Masyarakat setempat, bukan investor alias pemilik supermal, yang nanti paling menderita jika lingkungannya kebanjiran.

Sebab itu Forum Ketua RT lebih mendukung lahan bekas Puskib dan juga bekas rumah sakit itu di jadikan lahan terbuka hijau sehingga bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat Balikpapan dengan gratis.

"Masa mau bikin mal terus. Mal yang ada saja tidak semuanya terisi. Coba lihat itu Balikpapan Super Blok, juga Balcony City, masih pada melompong semua belum ada yang jualan. Mal Fantasi di Balikpapan Baru setengah mati bertahan dan sekarang justru mengembangkan perkantoran ketimbang pertokoan di malnya," kata Gunadi.(Ant/ADO)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya