Jakarta - Menjadi pesepak bola Indonesia banyak cobaannya. Kompetisi pernah terhenti gara-gara konflik. Selain itu, klub juga kadang menunggak pembayaran gaji.
Pada 2015, Indonesia tak ada kompetisi akibat konflik PSSI dengan pemerintah yang menyebabkan liga berhenti total. Akibatnya, banyak pesepak bola yang langsung banting setir menjalani pekerjaan lain.
Advertisement
Pada waktu itu, ada pemain yang berjualan sembako, gas, dan lainnya. Setelah kompetisi bergulir lagi, mereka pun kembali ke sepak bola.
Tetapi, ada banyak dari mereka yang masih menjalankan pekerjaan sampingan hingga sekarang.
Banyak pesepak bola Indonesia yang terpaksa menjalankan pekerjaan lain agar pemasukannya stabil. Beberapa dari mereka menjadi PNS di daerah, memiliki kafe serta warung makan, bisnis online, dan yang lainnya.
Bagi yang menjadi karyawan tetap, baik PNS maupun BUMD, mereka setidaknya lebih tenang ketika jasanya di sepak bola tak dibutuhkan lagi.
Bagi yang menjalankan bisnis, mereka harus terus memutar otak setiap saat agar jualannya laris manis. Berikut pekerjaan-pekerjaan unik pesepak bola Indonesia.
Pemadam Kebakaran
Klub Liga 3 yang bermarkas di Kabupaten Malang, Persekam Metro FC, punya cara unik untuk membuat pemainnya betah. Pada 2013 hingga 2014, mereka memberikan tugas tambahan kepada pemainnya bekerja di lingkup BUMD dan pemerintahan Kabupaten Malang.
Kebijakan itu sekarang justru menjadi warisan bagi para pemainnya. Sejak turun kasta ke Liga 3 dan pengelolaan berganti tangan pada awal 2018, hampir 100 persen ada pergantian pemain.
Para pemain yang tidak lagi membela Persekam Metro FC, sampai saat ini masih bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai pekerja honorer.
Delapan pemain dipekerjakan di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang. Mereka adalah Setyo Adi Prastowo, Amirul Bukhori, Andrianto, Yuanugrah, Joko Slamet, Heri Susanto, Samsul Bahtiar dan Tria Yuda.
Cara itu juga diterapkan oleh Persip Pekalongan pada 2011-2012. Mereka mempekerjakan beberapa pemain di Dinas Damkar setempat dan Rumah Sakit.
Pelukis dan Bartender
Mantan kiper Arema, I Made Wardana, tak hanya mahir di bawah mistar gawang, namun juga piawai dalam melukis.