Bandung - Keputusan Nick Kuipers jadi pemain Persib Bandung masih jadi tanda tanya besar hingga kini, mengingat bek asal Belanda itu punya karier mengesankan di negaranya.
Kuipers berlabuh di Persib pada jendela transfer tengah musim Liga 1 2019.
Advertisement
Sebelum direkrut Persib, Kuipers tercatat sebagai pemain dari salah satu tim kontestan Eredivisie, ADO Den Haag. Dengan rekam jejak tersebut, Kuipers jelas bukan pemain sembarang.
Terlebih lagi, status Kuipers di ADO Den Haag adalah pemain dari skuad utama. Pada musim 2018-2019, Kuipers tampil dalam 21 pertandingan bersama ADO Den Haag di semua kompetisi.
Sementara itu, pada awal musim 2019-2020, Kuipers sempat bermain dalam satu pertandingan pada pekan pertama Eredivisie menghadapi FC Utrecht. Dalam pertandingan dengan skor 4-2 untuk kemenangan Utrecht, Kuipers tampil selama 22 menit.
Melihat usianya yang baru 26 tahun, Kuipers sejatinya memiliki kesempatan untuk terus berkiprah di Eropa.
"Sebelum bergabung bersama Persib, saya mendapat tawaran dari beberapa klub di Belanda. Namun, setelah saya bicara dengan Robert Alberts (pelatih Persib) dan bicara dengan sejumlah orang di jajaran manjemen klub, hati saya bulat buat menerima tawaran dari Persib," kata Kuipers.
"Pernyataan-pernyataan mereka bisa meyakinkan saya untuk bergabung bersama klub ini."
Setelah setahun ada di Kota Kembang, Kuipers pun mengaku tak menyesal dengan pilihannya itu karena dia merasa bahagia menjadi bagian dari Persib.
"Sejauh ini, saya sama sekali tidak merasa menyesal pindah ke klub ini," kata dia.
Kuipers adalah pemain penting di lini belakang Persib. Pada musim perdananya merumput bersama Persib Bandung, Kuipers hanya absen dalam satu pertandingan.
Kuipers absen saat Persib memainkan laga terakhirnya di Liga 1 2019 melawan PSM Makassar. Saat itu, Kuipers absen karena akumulasi kartu kuning.
Di pentas Shopee Liga 1 2020, Kuipers tak pernah absen dalam tiga laga yang dilakoni Persib.