5 Pelatih Asing Liga 1 dengan Pengalaman Internasional

Ada sejumlah pelatih asing di Liga 1 yang pernah mengenyam pengalaman menangani klub yang menjadi langganan kompetisi elite di berbagai dunia.

oleh Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 05 Mei 2020, 18:10 WIB
Liga 1 - Pelatih Asing Liga 1 (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Sejak era Liga 1 dimulai pada 2017 hal yang paling menjadi sorotan adalah munculnya pemain-pemain asing dengan level dunia berlabel marquee player dan kemunculan banyak pemain muda lokal Indonesia karena kewajiban klub untuk memberikan menit bermain. Namun, tanpa disadari standar kompetisi sepak bola Indonesia kian meningkat dengan hadirnya beberapa pelatih dengan pengalaman mentereng.

Ketika Edy Rahmayadi baru terpilih sebagai ketua umum PSSI, mantan Pangkostrad itu memberlakukan sejumlah aturan baru untuk klub peserta kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang diperkenalkan dengan brand baru, Liga 1. Saat itu, kompetisi sepak bola Indonesia menjadi menarik karena adanya marquee player yang didatangkan oleh klub-klub.

Michael Essien adalah sosok yang paling terkemuka saat itu, di mana mantan gelandang Chelsea itu bergabung bersama Persib Bandung.

Selain itu ada Anmar Al Mubaraki (Persiba Balikpapan), Bruno Lopes (Persija), Didier Zokora (Semen Padang), Douglas Packer (Barito Putera), Elio Martins (PS TNI), Jose Coelho (Persela Lamongan), Juan Pino (Arema FC), Mohamed Sissoko (Mitra Kukar), Peter Odemwingie (Madura United), Nick van der Velden (Bali United), Paulo Sergio (Bhayangkara FC), Shane Smeltz (Borneo FC), Tijani Belaid (Sriwijaya FC), dan Wiljan Pluim (PSM Makassar).

Keberadaan pemain yang statusnya dibedakan dengan pemain asing lain berdasarkan pengalaman mereka bermain di beberapa liga top Eropa atau pernah tampil di Piala Dunia bersama tim nasionalnya masing-masing, memberikan pengaruh cukup besar bagi sepak bola Indonesia.

Mata internasional mulai melihat Indonesia sebagai arena baru untuk berkarier. Namun, yang menarik sejumlah klub peserta Liga 1, mulai dari 2017 hingga saat ini, ternyata tidak ragu untuk mendatangkan pelatih asing yang ternyata memiliki pengalaman mentereng dengan menangani tim elite di seluruh dunia, baik di level tim nasional maupun di level klub.

Bola.com mengulas lima pelatih asing dengan pengalaman mentereng di level internasional yang pernah berkiprah di era Liga 1.


Mario Gomez

(Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pelatih asal Argentina itu kini menangani Arema FC Liga 1 2020. Mario Gomez bukan sosok pelatih baru di Indonesia.

Lanjut Baca:

Persib Bandung menjadi tim Indonesia pertama yang ditanganinya. Pelatih berusia 63 tahun itu menangani Maung Bandung pada musim 2017 hingga 2018. Setelah itu, Borneo FC ditanganinya di Liga 1 2019. Namun, jauh sebelum datang ke Indonesia, Mario Gomez pernah menjadi bagian dari tim kepelatihan dua klub La Liga, Mallorca dan Valencia. Selain itu, ia juga pernah ada di staf kepelatihan Inter Milan. Mario Gomez menjadi asisten pelatih Mallorca pada 1999, yang dalam waktu singkat langsung hijrah ke klub Spanyol lainnya, Valencia, pada 1999 hingga 2001. Gomez kemudian berada di Inter Milan selama dua musim, yaitu mulai dari 2001 hingga 2003, sebagai asisten dari Hector Cuper, pelatih yang juga berasal dari Argentina. Setelah meninggalkan Inter Milan, Mario Gomez mulai beraksi sebagai pelatih kepala dan berpengalaman menangani enam klub Argentina, satu klub Yunani, dan satu klub Ekuador sebelum datang ke Asia untuk menangani South China. Mario Gomez kemudian sempat menangani klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim, dan membawa tim tersebut menjadi juara Piala AFC 2015, yang membuat klub tersebut menjadi tim pertama dari Asia Tenggara yang memenangi kompetisi tersebut. Ia pun menjadi pelatih terbaik di Malaysia pada saat itu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya