Liputan6.com, Jakarta Rasulullah menganjurkan untuk makan kurma dalam jumlah ganjil dan minum segelas air terlebih dulu ketika berbuka puasa. Mengonsumsi kurma yang kaya nutrisi dapat mengembalikan energi yang hilang selama puasa.
Menyantap makanan berat bisa dilakukan usai salat Magrib. Porsinya pun secukupnya saja agar tidak tidak merasa begah saat akan melaksanakan salat Isya, yang dilanjutkan dengan salat tarawih berjamaah.
Advertisement
Perhatikan Jika Muncul Rasa Lapar Usai Salat Tarawih
Usai salat tarawih yang dilakukan sebanyak 11 rakaat, sebagian orang memilih untuk memasak makanan sahur atau langsung tidur. Akan tetapi pada sejumlah orang, masih melanjutkan untuk makan karena merasa masih belum kenyang padahal saat makan sebelum salat tarawih dengan porsi yang cukup banyak.
Hati-hati jika hal tersebut terus terjadi. Coba tanya ke diri sendiri, apakah rasa lapar yang mendadak muncul setelah tarawih padahal sudah makan besar sebelumnya benar-benar lapar fisik. Atau jangan-jangan sebenarnya sedang didera lapar emosional atau lapar mata saja.
Hanya diri sendiri yang dapat mengetahui dengan pasti apakah itu lapar fisik atau lapar emosional atau lapar mata.
Lapar Fisik atau Lapar Emosional?
Menurut Dinda Utami, APKI Certified Trainer dan NLP Licensed Practitioner, ciri-ciri dari lapar fisik adalah perut yang terasa kosong dan terkadang berbunyi, disertai juga dengan menurunnya konsentrasi serta energi.
"Apabila setelah salat tarawih ada ciri-ciri lapar fisik, makanlah secukupnya dan tidak perlu sampai kenyang atau sampai perut terasa penuh," kata Dinda.
Apabila ciri-ciri tersebut tak ada, Dinda, mengatakan, bisa jadi ada alasan lain atau yang biasa disebut dengan lapar emosional.
Guna mengetahui itu dengan pasti, lanjut Dinda, duduk dengan tenang, minum segelas air putih, lalu lakukan kegiatan lain sambil bertanya kepada diri sendiri 'Apakah aku benar2 lapar?'.
"Only you have the answer," katanya.