6 Skandal yang Mencoreng Sepak Bola Indonesia

Berbagai kontroversi dan sensasi kerap mewarnai perjalanan sepak bola Indonesia, satu di antaranya adalah kasus yang melibatkan Ketua Umum PSSI ke-17, Joko Driyono.

oleh Rizki HidayatArio YosiaDiterbitkan 21 April 2020, 13:00 WIB
Pengaturan skor sepak bola Indonesia. (Bola.com/Dody Iryawan)

Jakarta - Berbagai kontroversi dan sensasi kerap mewarnai perjalanan sepak bola Indonesia. Bahkan dari sejumlah kejadian, terdapat beberapa skandal memalukan yang menodai sepak bola di Tanah Air.

Kasus teranyar yang mencoreng dunia bal-balan di Indonesia melibatkan Ketua Umum PSSI ke-17, Joko Driyono. Pria asal Ngawi, Jawa Timur itu tersandung kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor yang ditangani Satgas Antimafia Bola bentukan Mabes Polri.

Akibat permasalahan tersebut, pria asal Ngawi, Jawa Timur itu diganjar hukuman 1 tahun 6 bulan kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 23 Juli 2019. Hakim menyatakan Jokdri terbukti bersalah melanggar Pasal 235 juncto Pasal 233 dan Pasal 55 ayat 1 ke-2 KUHP.

"Majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan pidana dengan penjara 1 tahun 6 bulan dan dikurangi masa selama berada di tahanan," Ketua Majelis Hakim Kartim Haerudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 23 Juli 2019.

Terdakwa kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor, Joko Driyono berdiskusi dengan kuasa hukum saat sidang putusan di PN Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019). Majelis hakim memvonis mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono 1 tahun 6 bulan penjara. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Vonis ini jauh lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut Jokdri dengan hukuman 2 tahun 6 bulan kurungan penjara.

Selain kasus pengrusakan barang bukti pengaturan skor yang melibatkan Joko Driyono Bola.com mencatat sekurangnya ada lima skandal yang sempat menghebohkan dunia sepak bola Indonesia. Apa saja itu? Berikut ini adalah perinciannya.

 


Mafia Wasit di Liga Indonesia 1998

(Ilustrasi)

Rakernas PSSI yang dilaksanakan Februari 1998 dihebohkan dengan pernyataan yang dilontarkan Manajer Persikab Kab. Bandung, Endang Sobarna, tentang adanya permainan kotor di pentas Liga Indonesia yang melibatkan wasit.

Ketua Umum PSSI saat itu, Azwar Anas langsung membentuk tim pencari fakta untuk mengusut tuntas kasus mafia wasit. PSSI lantas menghukum Wakil Ketua Komisi Wasit PSSI, Jafar Umar, dengan sanksi seumur hidup tak boleh terlibat di sepak bola nasional. Jafar terbukti terlibat dalam pengaturan hasil pertandingan dengan melibatkan korps pengadil di lapangan.

Sebanyak 40 wasit Tanah Air juga masuk gerbong terdakwa dalam kasus match fixing. Beberapa di antaranya macam Khairul Agil, R. Pracoyo, Halik Jiro, terhitung sebagai figur top.

Lanjut Baca:

Sosok almarhum Jafar Umar, yang berstatus sebagai wasit FIFA sejak lama diisukan jadi Godfather mafia wasit. Ia dipergunjingkan menerima upeti dari para pengadil yang bertugas di pentas kompetisi profesional dan amatir. Adang Ruchiatna, yang didapuk sebagai Tim Penanggulangan Masalah Perwasitan, sempat melaporkan kasus Jafar dkk. ke Polda Metro Jaya. Hanya saja pengusutan kasus di jalur hukum terhenti begitu Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi. Beberapa tahun lalu, Jafar sempat buka suara soal kasusnya. Ia menyebut dirinya hanya jadi kambing hitam, karena ada sejumlah petinggi PSSI yang memegang kendali mengatur pertandingan dengan melibatkan komite wasit yang dipimpinnya. Hanya hingga berpulang ke Sang Khalik pada 12 Mei 2012, pria asal Pare-pare itu tidak pernah menyebut nama oknum pengurus PSSI yang ia maksud.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya