Tertinggi Sedunia, Angka Kematian Akibat Corona COVID-19 AS Lampaui 32 Ribu

Angka kasus serta kematian akibat Virus Corona COVID-19 di AS telah menjadi yang tertinggi di dunia.

oleh Benedikta Miranti T.VDiperbarui 17 April 2020, 11:22 WIB
Pekerja rumah sakit memakai masker untuk mencegah terpapar virus corona COVID-19 saat memindahkan jenazah di Brooklyn, New York, AS, Kamis (9/4/2020). Berdasarkan data Worldmeters per Minggu (12/4/2020), jumlah kasus COVID-19 di AS 532.879 terinfeksi dan 20.577 meninggal. (AP Photo/John Minchillo)

Liputan6.com, Washington - Kematian akibat Virus Corona COVID-19 di AS telah naik di atas 32.000 pada Kamis 16 April 2020, ketika Presiden Donald Trump bersiap untuk mengumumkan pedoman untuk membuka kembali sistem ekonomi.

Amerika Serikat adalah negara yang paling parah terkena dampak di dunia dengan kematian dua kali lipat hanya dalam seminggu dan mencatat rekor peningkatan harian selama dua hari berturut-turut. Demikian seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat (17/4/2020). 

Kematian di AS naik hingga 1.200 pada hari Kamis dengan banyak negara bagian yang masih belum melaporkan. Kematian naik dengan rekor 2.507 pada hari Rabu.

Tujuh negara bagian di Timur Laut pada hari Kamis memperpanjang penutupan untuk mencegah penyebaran wabah Virus Corona COVID-19 hingga 15 Mei, bahkan ketika Trump bersiap untuk merinci rencananya untuk mengakhiri penutupan di negara-negara yang paling tidak terpengaruh sedini 1 Mei.

Load More

Simak Video Pilihan Berikut:

Menghancurkan Ekonomi AS

Aktivitas penukaran uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar Rupiah pada Kamis (19/3) sore ini bergerak melemah menjadi 15.912 per dolar Amerika Serikat, menyentuh level terlemah sejak krisis 1998. (merdeka.com/Imam Buhori)

Penutupan AS telah menghancurkan ekonomi negara ke tingkat yang tidak terlihat sejak Depresi Hebat hampir seabad lalu karena lebih dari 20 juta orang Amerika telah mencari tunjangan pengangguran di tengah toko-toko dan restoran yang tutup.

Kasus-kasus AS mendekati 650.000 pada hari Kamis dan naik 30.000 pada hari Rabu, kenaikan terbesar dalam lima hari terakhir. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya