Jakarta - Seri kedua MotoGP Virtual Race 2020, Minggu (12/4/2020), berlangsung menarik. Balapan kali ini dimainkan Sirkuit Red Bull Ring, Austria.
Pada balapan berdurasi 10 lap tersebut, rider Pramac Racing, Francesco Bagnaia, berhasil meraih kemenangan MotoGP Virtual Race 2020.
Advertisement
MotoGP Virtual Race digelar karena musim balap yang sesungguhnya tertunda akibat pandemi virus corona (COVID-19). Demi menghibur para pebalap dan penggemar yang sedang menjalani karantina di rumah, balapan virtual pun akhirnya diselenggarakan.
Dalam seri kedua ini, posisi runner up ditempati pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. Adapun rider anyar Repsol Honda, Alex Marquez, finis di urutan ketiga.
Balapan virtual tersebut menyajikan pertarungan sangat sengit karena diikuti oleh lima rider yang sudah dapat pengalaman dari seri pertama. Lima rider lainnya baru menjalani debut di seri kedua.
Ada beberapa fakta unik yang terjadi dalam seri kedua MotoGP Virtual Race 2020 kali ini. Berikut beberapa di antaranya.
**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.
1. Bagnaia Menang, Ducati Tetap Berkuasa
Kemenangan Bagnaia menjadi tanda Ducati memang merupakan penguasa Red Bull Ring, bahkan dalam balapan virtual sekali pun. Sejak trek ini kembali menggelar MotoGP pada 2016, Ducati selalu menang.
Pada 2016, Andrea Iannone sukses berjaya, diikuti Andrea Dovizioso pada 2017 dan 2019, serta Jorge Lorenzo pada 2018. Kini Bagnaia ikut jadi pemenang, meski dalam balapan virtual.
2. Penghuni Podium Sama Seperti Seri Pertama
Bagnaia boleh jadi menang, sementara Vinales dan Alex Marquez finis kedua dan ketiga. Uniknya, ketiga rider ini pula yang mengisi podium virtual di Sirkuit Mugello, Italia, dua pekan sebelumnya.
Bedanya, Alex Marquez yang meraih kemenangan kala itu, sementara Bagnaia finis kedua dan Vinales finis ketiga. Di Red Bull Ring, ketiganya kompak naik podium lagi.
3. Pertarungan Klasik Austria Sampai Tikungan Terakhir
Pertarungan Red Bull Ring dalam dunia nyata diketahui kerap terjadi sampai lap terakhir, bahkan di tikungan terakhir. Terbukti lewat persaingan pada 2017, 2018, dan 2019.
Dalam balapan virtual, pertarungan serupa juga terjadi, kali ini melibatkan Bagnaia dan Vinales. Vinales tak bisa mengalahkan Bagnaia, setelah motor virtualnya goyah ketika keluar dari tikungan terakhir.