5 Momen Terbaik Valentino Rossi Selama Berkiprah di MotoGP

Valentino Rossi sudah hampir 25 tahun berkiprah di ajang balap motor dunia Grand Prix. Apa saja momen terbaiknya di ajang MotoGP?

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 04 April 2020, 18:50 WIB
Valentino Rossi. (AP/Eric Alonso)

Jakarta- Valentino Rossi telah 25 tahun berkiprah di ajang balap motor dunia Grand Prix. Pria berjulukThe Doctor memulai petualangannya di kelas premier, dari 500cc kemudian berlanjut ke label MotoGP.

Beragam prestasi telah diukir pembalap asal Italia tersebut sepanjang kariernya yang penuh warna. Valentino Rossi tercatat mengantongi sembilan gelar juara di berbagai kelas. Tujuh di antaranya dari kelas MotoGP. 

Namun, sudah lama Valentino Rossi tak lagi mencicipi gelar juara dunia. Pembalap yang identik dengan nomor 46 tersebut kali terakhir merengkuh gelar juara dunia pada 2009. 

Rossi masih sangat penasaran menggenapi raihan gelar juara dunia menjadi 10. Bahkan, dia mampu melawan usianya yang tak lagi muda. Rossi telah menginjak 41 tahun dan belum gantung helm. 

MotoGP 2020 seharusnya menjadi titik krusial bagi Rossi. The Doctor akan memutuskan masa depannya setelah menjalani beberapa balapan musim ini. 

Sayangnya, MotoGP 2020 belum bisa bergulir karena pandemi virus corona. Dorna selaku penyelenggara tak bisa memberi kepastian kapan balapan bisa dimulai. Semua serba tidak pasti. 

Sembari menunggu pandemi virus corona mereda, tak ada salahnya menengok momen-momen terbaik Valentino Rossi sepanjang berkiprah di MotoGP. Berikut lima di antaranya, seperti dilansir Daily Star

 


1. Philip Island 2001

Valentino Rossi memenangi persaingan dengan Max Biaggi pada MotoGP Australia 2001.

Balapan di Phillip Island, Australia, pada 2001 memastikan Valentino Rossi merengkuh gelar juara dunia kelas premier untuk kali pertama. Momen tersebut juga menjadi awal dominasi The Doctor di MotoGP. Total, Rossi telah menggenggam tujuh titel juara dunia MotoGP. 

Balapan di Australia tersebut menyuguhkan head to head antara Rossi dengan salah satu seteru tersengitnya, Max Biaggi, pada tahun terakhir era 500cc.  Saat itu Rossi menggeber motor Honda. 

Rossi mempertaruhkan segalanya dengan gaya khasnya. Dia melakukan manuver menyalip Biaggi hanya beberapa tikungan menjelang akhir lomba dan mengambil alih posisi terdepan. 

Dia kemudian dengan keras mempertahankan posisinya pada balapan yang berlangsung sengit itu. Rossi memenangi balapan dengan keunggulan 0,013 detik atas Biaggi.  

 


2. Pindah ke Yamaha

Pebalap Jepang, Tohru Ukawa (tengah), diapit Valentino Rossi (kiri) dan Loris Capirossi di podium usai memenangi balapan MotoGP Afrika Selatan di Phakisa Freeway, Welkom, pada 2002. (motogp.com)

Setelah meraih tiga gelar MotoGP secara beruntun bersama Honda, Valentino Rossi mencari tantangan baru. Dia ingin membuktikan bahwa faktor dirinya yang menjadi kunci kesuksesan di MotoGP, bukan mesin mumpuni dari Honda. 

Lanjut Baca:

MotoGP musim 2004 dibuka dengan balapan di Welkom, Afrika Selatan. Balapan itu jadi start impian bagi The Doctor. Dia bukan hanya naik podium utama, tapi juga menjadi satu-satunya pembalap yang memenangi dua balapan beruntun dengan motor dari pabrikan yang berbeda.  Yamaha paceklik kemenangan selama 18 bulan ketika The Doctor tiba. Rossi membantu Yamaha bangkit dan kembali berjaya. Dia merengkuh tiga gelar juara dunia bersama Yamaha pada 2005, 2008, dan 2009.   

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya