Berpuasa di Tengah Pandemi Virus Corona Covid-19? Ini Anjuran dari Dokter Gizi

Di tengah pandemi Virus Corona Covid-19, tak lama lagi, kita akan memasuki bulan suci Ramadan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 02 April 2020, 20:07 WIB
Pandemi virus corona Covid-19 masih jadi momok bagi masyarakat Indonesia. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta- Di tengah pandemi Virus Corona Covid-19, tak lama lagi, kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Bagi penganut Islam, ini adalah bulan di mana kita diwajibkan menjalankan ibadah puasa.

Dokter spesialis gizi klinik Dr. Tirta Prawita Sari membagikan anjuran saat berpuasa di tengah pandemi virus corona COVID-19.

Saat dihubungi Liputan.com melalui sambungan telepon, ia mengatakan asupan gizi bagi orang yang berpuasa di tengah pandemi sama dengan anjuran gizi seimbang.

“Asupan gizi sama saja, karena anjuran dietnya kan gizi seimbang. Jadi kalau sebelum pandemi sudah makan gizi seimbang, pada saat pandemi juga makan gizi seimbang. Perubahan asupan gizi hanya terjadi kalau tubuh kita mendapatkan pemicu dari luar,” ujarnya pada Rabu (1/4/2020).

Pemicu dari luar dapat berupa infeksi, luka, baik infeksi corona COVID-19 maupun penyakit lainnya. “Kalau tubuh kita sehat, tidak ada infeksi, tidak ada luka, maka kebutuhan kita sama saja. Gak perlu ada perbedaan.”

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

 


Tak Ada Anjuran Khusus

Dokter ahli gizi klinik dr Tirta Prawita Sari, SpGK, MSc (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tirta menambahkan, tidak ada anjuran khusus untuk menghadapi puasa kali ini. Hal terpenting adalah menjaga tubuh agar tidak terinfeksi.

“Kebersihan diri harus dijaga, jangan keluar, jangan lupa cuci tangan, jadi tubuh kita tidak usah berlebihan kalau tidak ada pemicu dari luar, kalau ada pemicu baru minum tambahan. Makan yang baik ikuti anjuran gizi seimbang itu cukup.”

 


Anjuran untuk ODP dan PDP

Tirta juga memberi anjuran puasa bagi orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP). Menurutnya ODP boleh puasa selama tidak ada gejala dan tidak memiliki kebutuhan untuk meminum obat secara rutin.

Sedang, PDP dianjurkan untuk tidak berpuasa dulu mengingat asupan obat harus dikonsumsi secara rutin. “Prinsipnya sesuai kebutuhan saja, kalau ada obat yang perlu diminum ya tidak puasa.”


Untuk Penderita Komorbid

Hal ini juga berlaku untuk orang dengan penyakit komorbid, seperti diabetes dan jantung. Asupan yang dibutuhkan tergantung pada penyakit yang diderita.

Orang yang memiliki penyakit diabetes asupannya harus sesuai dengan anjuran dokter tentang asupan apa saja yang harus dikurangi. Begitu pula yang memiliki penyakit jantung.

Lanjut Baca:

“Orang komorbid membuatnya lebih berisiko untuk terkena COVID-19. Dia harus menghindari, jangan sampai terinfeksi. Kalau ada kebutuhan maka asupan gizi harus ditambah, kalau tidak ya tidak perlu bahkan pada pasien komorbid sekalipun.”

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya