5 Trisula Paling Mengerikan dalam Sejarah Sepak Bola

Siapakah trisula maut paling ganas dalam sejarah sepak bola? berikut uraiannya.

oleh Hanif Sri YuliantoDiterbitkan 28 Maret 2020, 18:50 WIB
Gareth Bale, Karim Benzema, Cristiano Ronaldo (AFP)

Jakarta - Memiliki trio striker maut mematikan sama pentingnya dengan memiliki pertahanan yang solid. Kehadiran trio penyerang ini sebagai bukti istilah pertahanan terbaik dalam sepak bola adalah menyerang.

Tak jarang trio penyerang mampu mengubah irama pertandingan dan pada saat tertentu menghasilan trofi baik dalam kompetisi atau turnamen.

Liverpool dan Barcelona selama bertahun-tahun menikmati keuntungan dengan kombinasi penyerang mematikan. Mereka menjadi momok yang ditakuti lini pertahanan lawan jika bertemu dalam pertandingan.

Musim ini, trio penyerang menyerang Liverpool tampil paling menonjol. Mereka menjadi satu di antara yang terbaik dalam sepak bola modern.

Lantas ada di posisi berapakah, trio penyerang Liverpool dibandingan dengan trisula maut paling menakutkan dalam sepanjang sejarah sepak bola. Berikut Bola.com merangkum 5 trisula maut tersebut seperti dilansir Sportskeeda:


1. Barcelona: Messi, Suarez, Neymar

(AFP/Lluis Gene)

Barcelona sempat memiliki trio paling menakutkan di dunia. Mereka mempercayakan lini depan kepada Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar dan berjuluk trio MSN.

Selama tiga musim, trio ini mencetak 364 gol. Mereka juga sempat mempersembahkan treble winner untuk Barceloan musim 2014-2015 dengan total gol 131.

Sayang trio ini pecah pada musim panas 2017 setelah Neymar hengkang. Pemain berpaspor Brasil itu memilih pergi ke Paris Saint-Germain dengan rekor pembelian termahal dunia.


2. Real Madrid: Bale, Benzema, Cristiano Ronaldo

Trio BBC

Selama tiga tahun mendominasi Eropa, Real Madrid memiliki trio maut yang terdiri dari Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo. Mereka mencetak lebih dari 200 gol.

PAda final Liga Champions 2018, Bale dan Benzema menjadi pencetak gol Real Madrid dan memastikan trofi ketiga secara berturut-turut.Trio ini pecah pada musim panas 2018 setelah Ronaldo memilih hengkang ke Italia untuk membela Juventus.

Lanjut Baca:

Karim Benzema on the BBC: 🗣 “You had a rocket, which was Bale, the scorer, who was Ronaldo, and then there was me, which was the space between the two, the piece for everything to work. I miss that partnership." 😢 pic.twitter.com/3usz38DxLx — Football Tweet (@Football__Tweet) September 9, 2019

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya