4 Faktor Penyebab Cecs Fabregas Hengkang dari Arsenal 9 Tahun Lalu

Gelandang asal Spanyol, Cecs Fabregas mengaku punya beberapa alasan kenapa hengkang dari Arsenal sembilan tahun lalu.

oleh Hanif Sri YuliantoDiterbitkan 27 Maret 2020, 00:00 WIB
Gelandang Arsenal, Cesc Fabregas, membuka gol kemenangan timnya atas Slavia Praha. Pada akhir laga, Arsenal menang 7-0 atas Slavia di Emirates, London, 23 Oktober 2007. (AFP/Carl de Souza)

London - Kiprah Cesc Fabregas di dunia sepak bola tak bisa dilepaskan dari Arsenal. Pemain jebolan akademi La Masia itu mengawali karier profesional di London Utara pada usia 15 tahun.

Debut Cesc Fabregas terjadi saat melawan Rotherham United dan mencetak gol debut saat melawan Wolverhampton Wanderers. Kedua pertandingan tersebut terjadi di Piala Liga 2003-2004.

Meski Arsenal meraih gelar Premier League 2003-2004, pemain berpaspor Spanyol tak mendapatkan medali karena tidak pernah diturunkan di Liga. Ia baru mendapat jatah pada Premier League 2004-2005 setelah Patrick Viera cedera.

Sejak saat itulah kiprah Fabregas mulai terlihat. Empat tahun kemudian, ia ditunjuk sebagai kapten tim menggantikan William Gallas.

Dua musim kemudian, Fabregas membuat kejutan dengan pulang kampung ke Barcelona. Ia pergi dengan nominal transfer 35 juta pounds. Sederet alasan pun mengiringi kepergian Cesc Fabregas dari Emirates Stadium.

Akhirnya, Fabregas buka suara tentang keputusannya hengkang, dalam sebuah wawancara dengan Arseblog baru-baru ini. 

Penasaran pertimbangan apa saja yang membuat Cesc Fabregas meninggalkan Arsenal sembilan tahun lalu? Berikut Bola.com sajikan seperti dilansir dari Sky Sports, Kamis (26/3/2020).

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.


1. Terlalu Banyak Tekanan

Gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, mengaku berhutang budi pada Arsene Wenger dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan ketika masih di Arsenal. (AFP/Leon Neal)

Menjadi kapten Arsenal di usia muda membuat Fabregas tertekan. Ia mengaku sering menagis di rumah setelah kalah dalam pertandingan.

"Saya adalah kapten dan merasakan banyak tekanan pada diri sendiri. Saya harus memimpin tim ini untuk memenangkan pertandingan. Kadang-kadang saya langsung pulang ke rumah saat kalah dan sering menagis," kata Fabregas.


2. Kesepian

Gelandang Chelsea asal Spanyol, Cesc Fabregas. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Fabregas mengaku kesepian saat berada di Arsenal. Terlebih saat kalah, ia tak bisa mengerti dengan sikap para pemain lain yang justru tertawa.

"Ketika kami kalah, hati saya hancur, namun malah mendengar beberapa pemain tertawa. Mereka malah berpikir tempat mana yang bisa dikunjungi setelah ini. Saya agak kesepian di titik ini," kata Fabregas.

Sikap beberapa pemain inilah yang jadi pemicu utama Fabregas hengkang.

"Melihat beberapa kebiasaan pemain seperti itu membuat saya ingin merasakan hal lain. Jika bukan karena hal itu, saya tak akan pergi dari Arsenal ketika itu," imbuhnya.

Lanjut Baca:

Tanpa bermaksud menyombongkan diri, pada masa-masa itu, Fabregas menyebut hanya ada dua pemain dalam satu tim yang menyamainya dalam urusan mental dan teknik. Dua pemain itu adalah Robin Van Persie dan Samir Nasri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya