Mengenal Avigan dan Chloroquine, Obat yang Dipesan Presiden untuk Melawan Corona Covid-19

Pemerintah RI telah melakukan rapid test secara masal untuk mendeteksi awal virus corona Covid-19.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 22 Maret 2020, 10:59 WIB
Calon penumpang kereta api mengenakan masker saat berada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/01). Dalam rangka pencegahan Virus Corona, PT Kereta Api Indonesia (persero) melakukan sosialisasi kepada penumpang dengan membagi-bagikan masker di stasiun Gambir. (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta- Pemerintah RI telah melakukan rapid test secara masal untuk mendeteksi awal virus corona COVID-19. Tes ini telah dilakukan sejak Jumat (20//3) sore.

Di luar itu, Pemerintah juga menyiapkan obat dari hasil riset dan pengalaman beberapa negara. Obat-obat ini diharapkan bisa digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus corona covid-19 tersebut.

"Obat pertama yang akan didatangkan adalah obat flu Avigan. Kita telah mendatangkan lima ribu, akan kita coba dan dalam proses pemesanan dua juta. Sementara itu, obat kedua adalah chloroquin yang telah disiapkan sebanyak tiga juta," ujar Presiden RI, Joko Widodo kepada media di Istana negara, Jumat (20/3/2020).

Virus Corona Covid-19 memang sudah semakin meresahkan. Hingga saat ini, virus itu telah menjangkiti lebih dari 200 ribu orang di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri hingga Sabtu (21/3) sudah 38 orang meninggal karena virus ini.

 

Saksikan Video Virus Corona di Bawah Ini


Lantas, Apa itu Avigan?

Avigan atau Favipiravir, obat yang disebut bisa menyembuhkan pasien Virus Corona COVID-19. (Xinhua)

Avigan (Favipiravir) adalah agen anti-virus yang secara selektif dan berpotensi menghambat RNA-dependent RNA polimerase (RdRp) dari virus RNA. Fujifilm Toyama mengembangkan obat ini pada tahun 2014 dan telah diuji coba kepada manusia yang terinfeksi virus corona COVID-19 sejak Februari.

Uji klinis dilakukan pada 200 pasien di rumah sakit Wuhan dan Shenzen. Dari Shenzhen sendiri, menyumbang 80 pasien, 35 pasien yang menerima perlakuan obat oral favipiravir, dan 45 orang dalam grup kontrol (tidak minum obat favipiravir), mengutip dari Xinhuanet.

Otoritas medis di Cina mengatakan obat yang digunakan di Jepang untuk mengobati jenis baru influenza ini tampaknya efektif pada pasien corona COVID-19.

Zhang Xinmin, seorang pejabat di kementerian ilmu pengetahuan dan teknologi China, mengatakan bahwa favipiravir, memberikan hasil yang menggembirakan dalam uji klinis di Wuhan dan Shenzhen yang melibatkan 340 pasien.

"Pasien yang diberi obat di Shenzhen berubah status menjadi negatif setelah rata-rata empat hari setelah menjadi positif, dibandingkan dengan rata-rata 11 hari untuk mereka yang tidak diobati dengan obat tersebut," kata penyiar publik NHK.

Lanjut Baca:

Selain itu, sinar-X mengkonfirmasi peningkatan kondisi paru-paru pada sekitar 91 persen pasien yang diobati dengan favipiravir, dibandingkan dengan 62 persen atau mereka yang tidak menggunakan obat. Hasil penelitian keduanya menunjukkan bahwa pasien yang menerima obat teruji negatif dalam waktu singkat, sedangkan gejala pneumonia sangat berkurang.  Hingga kini, obat Avigan masih terus dikembangkan. Para ilmuwan juga tengah menunggu hak paten obat tersebut agar bisa mengembangkan obat generiknya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya