Jakarta- Sudah menjadi rahasia umum sepak bola Indonesia memiliki catatan negatif karena terkesan kejam terhadap pelatih. Salah satunya terjadi di klub besar seperti Persija Jakarta.
Menjadi pelatih di klub Indonesia bakal mendapatkan beban berat dan tekanan yang tiada henti. Tak hanya dari manajemen, suporter juga terkadang bisa memiliki suara paling nyaring dalam urusan mengkiritik kinerja pelatih.
Advertisement
Jika klub Indonesia meraih rentetan hasil negatif secara beruntun, pelatih kerap menjadi sosok yang disudutkan. Suara pemecatan sejak saat itu langsung keluar dari banyak pihak.
Wajar bila hampir jarang pelatih yang memiliki karier awet di sepak bola Indonesia. Untuk ukuran menukangi klub yang sama dalam dua musim penuh saja sudah menjadi pencapaian terbaik.
Persija Jakarta bisa disebut sebagai satu di antara klub Indonesia yang doyan memecat pelatih. Jumlahnya bahkan meningkat dalam dua musim terakhir di mana ada tiga pelatih kehilangan jabatannya secara tiba-tiba.
Musim 2019 mencatatkan sisi negatif buat Persija dalam tren pemecatan pelatih. Performa anjlok klub ibu kota berdampak langsung pada karier pelatih yang sangat minim.
Cerita dimulai pada akhir 2018 ketika secara mengejutkan Stefano Cugurra Teco angkat kaki dari Persija. Padahal, tahun itu merupakan masa keemasan Persija di mana sukses menyegel dua gelar sekaligus, yakni Piala Presiden dan Liga 1 2018.
Namun, Teco memilih untuk angkat kaki. Kabar yang beredar adalah hubungan Teco dan manajemen memanas sehingga keputusan hengkang harus dipilih.
Kursi kepelatihan kemudian beralih ke Ivan Kolev. Namun, umur karier pelatih asal Bulgaria hanya bertahan selama tiga pertandingan Liga 1.
Ivan Kolev memilih mengundurkan diri karena gagal memberikan penampilan terbaik buat Persija Jakarta. Ketika itu, Persija mengawali musim 2019 dengan sekali imbang dan dua kali kalah sehinga terlempar ke posisi 16.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini
Alasan Tak Pasti
Kursi kepelatihan kemudian beralih ke Julio Banuelos. Pria asal Spanyol tentu mendapatkan tugas berat untuk bisa mendongkrak performa Persija Jakarta.
Karier Banuelos juga tak bagus-bagus amat bersama Persija. Banuelos hanya bertahan 14 pekan menukangi Persija dan harus kehilangan jabatannya karena hasil negatif.