Makassar - PSM Makassarselalu bertengger di posisi tiga besar dalam dua edisi perdana kasta tertinggi Indonesia pada era Liga 1. Namun, Juku Eja harus terlempar ke papan tengah pada musim lalu, atau Liga 1 2019, meski dalam perjalanannya berhasil meraih trofi juara Piala Indonesia.
Manajemen PSM Makassar pun kini melakukan perombakan signifikan, termasuk di jajaran staf kepelatihan, dan tentunya pemain, demi menghadapi persaingan yang bakal lebih sengit pada musim 2020.
Advertisement
PSM mendatangkan Bojak Hodak untuk menggantikan peran Darije Kalezic sebagai pelatih kepala. Kedatangan mantan pelatih timnas Malaysia U-19 ini diikuti sederet pemain baru, termasuk tiga pemain asing yang murni menjadi pilihan Hodak.
Ketiganya adalah Giancarlo Rodrigues dari Brasil, Hussein El Dor dari Lebanon, dan Serif Hasic dari Bosnia. Ketiganya melengkapi susunan pemain asing yang sudah ada, di mana PSM menyisakan Wiljan Pluim yang dipertahankan setelah melepas Amido Balde, Aaron Evans, dan Marc Klok.
Sementara itu, tidak ada lagi kiper Rivky Mokodompit yang selama tiga musim menjadi dewa pelindung gawang PSM. Beny Wahyudi dan Taufik Hidayat pun hanya satu musim bersama Juku Eja meski kerap menjadi starter. Zulham Zamrun pun pergi meninggalkan tim meski pada musim lalu berkontribusi membawa PSM meraih gelar juara Piala Indonesia dengan menjadi top scorer.
Tentu tidak mudah bagi PSM dan Bojan Hodak untuk membentuk skuat yang tangguh dengan mayoritas pemain baru. Hal ini bisa terlihat dalam kiprah mereka di Piala AFC 2020. Setelah menyingkirkan klub Timor Leste, Lalenok United, di babak play-off, PSM merasakan keras persaingan dengan takluk 1-2 dari Tampines Rovers pada laga pertama Grup H Piala AFC 2020.
Penampilan Juku Eja belum membaik pada dua laga uji coba terakhir. Mereka kalah 0-1 dari Tira Persikabo dan imbang 2-2 dengan klub Liga 2, Persiba Balikpapan di Stadion Mini Cibinong, Bogor pada 16 dan 18 Februari 2020.