Liputan6.com, California - Satu persatu teka-teki yang menyelimuti kematian Kobe Bryant mulai terungkap. Rekaman percakapan antara pilot dan menara pengawas menjelaskan kondisi perjalanan mereka saat itu.
Kobe Bryant mengalami kecelakaan helikopter di Calabasas, California, Los Angeles, AS, Minggu lalu atau Senin dini hari WIB. Sembilan orang tewas, termasuk Kobe dan putrinya, Gianna Bryant (13).
Advertisement
Dilansir berbagai dari berbagai sumber, Kobe Bryant tengah dalam perjalanan menuju training camp Mamba Sports Academy saat insiden itu terjadi. Mantan pemain La Lakers itu rencananya akan menghadiri acara coaching clinic sekaligus menemani putrinya bertanding pada turnamen Mamba Cup.
Kobe Bryant bertolak dari bandara Orange, LA menggunakan helikopter jenis Sikorsky S-76B yang dikendalikan pilot Ara Zobayan. Menurut pebelusuran FlightRadar24.com, mereka lepas landas pada pukul 09.06 waktu setempat. Helikopter itu terbang dari sisi selatan menuju sisi utara Los Angeles.
Bryant dijadwalkan melatih tim basket usia muda pada pukul 12.00 di Thousands Oaks California. Sementara putrinya, Gianna, dan dua rekannya yang juga ikut dalam penerbangan tersebut, yakni Alyssa Altobelli and Payton Chester juga akan menjalani pertandingan bersama tim mereka.
Kabarkan Cuaca Buruk
Perjalanan awalnya tanpa kendala. Namun sekitar pukul 09.21, helikopter Kobe tampak berputar-putar di atas Glendale, California, dekat Kota Burbank. Menara pengawas kemudian memperingatkan pilot.
"Helikopter 2EX, bertahan di luar wilayah udara Burbank Kelas C. Ada pesawat terbang di sekitar," kata seorang pengawas lalu lintas udara seperti dilansir dari CNN.
"2EX bertahan," jawab pilot Zobayan yang punya pengalaman terbang selama 20 tahun.
Tidak lama berselang, rekaman audio kontrol lalu lintas udara menunjukkan Zobayan meminta izin SVFR kepada menara pengawas. SVFR merupakan izin terbang dengan visual khusus. Aturan ini memungkinkan pilot terbang dalam kondisi cuaca lebih buruk dari yang diizinkan aturan visual biasa.
Pilot terkadang meminta izin SVFR di tengah penerbangan jika kondisi cuaca tiba-tiba berubah. Izin yang diberikan biasanya dengan pertimbangan tetap berhubungan dengan kontrol lalu lintas udara.