Liputan6.com, Jakarta- Makanan berminyak memang selalu menjadi godaan tersendiri. Sekilas menggiurkan dan tampak lezat.
Namun, di balik kenikmatannya, makanan berminyak menyimpan dampak negatif. Makanan berminyak tidak hanya ditemukan pada makanan cepat saji.
Advertisement
Makanan ini termasuk semua jenis makanan yang digoreng, atau dimasak dengan minyak berlebih. Contohnya seperti gorengan, keripik, atau makanan berkuah yang mengandung minyak. Makanan-makanan enderung tinggi kalori, lemak, garam, dan karbohidrat olahan tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral.
Makanan berminyak akan memberi dampak negatif bagi kesehatan baik dalam jangka pendek maupun panjang. Contoh jangka pendek dari dampak makanan berminyak adalah sakit perut. Sementara dampak jangka panjangnya bisa termasuk penyakit jantung.
Menyadari dampak buruk potensial dari makanan berminyak pada tubuh dapat membantu Anda membuat pilihan makanan yang lebih sehat. Berikut 10 dampak buruk sering mengonsumsi makanan berminyak, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber:
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini
Sebabkan kembung, sakit perut dan diare
Di antara makronutrien penting, karbohidrat, lemak, dan protein, lemak adalah yang paling lambat dicerna. Karena makanan berminyak mengandung banyak lemak, mereka memperlambat pengosongan perut.
Ini membuat makanan menghabiskan lebih banyak waktu di perut yang dapat menyebabkan kembung, mual, dan sakit perut. Pada orang dengan kondisi pencernaan tertentu, makanan ini dapat memperburuk gejala seperti kram dan diare.
Mengganggu keseimbangan bakteri usus
Makanan berminyak diketahui dapat merusak bakteri sehat yang hidup di usus. Bakteri usus yang sehat dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL yang melindungi jantung. Bakteri usus berperan penting dalam memecah serat untuk menghasilkan asam lemak rantai pendek.
Asam ini memiliki efek anti-inflamasi dan dapat melindungi terhadap gangguan pencernaan. Bakteri usus juga membantu meningkatkan imunitas. Ketidakseimbangan bakteri usus juga dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
Picu stroke dan penyakit jantung
Makanan berminyak memiliki beberapa efek negatif pada kesehatan jantung. Sering mengonsumsi gorengan telah dikaitkan dengan peningkatan tekanan darah, penurunan HDL (kolesterol baik), dan menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas.
Kondisi ini menyebabkan timbunan lemak yang menghalangi aliran darah melalui arteri. Pada akhirnya efek ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, atau penyakit arteri perifer.