Liputan6.com, Jakarta - One Championship membuka 2020 dengan sebuah ajang luar biasa yang dipenuhi para bintang seni bela diri dunia. Organisasi bela diri terbesar di dunia ini akan mengawali tahun baru dengan sebuah ajang bertajuk One: A New Tomorrow di Impact Arena, Bangkok, Thailand, pada Jumat, 10 Januari.
Dalam laga utama, Juara Dunia One Flyweight Muay Thai Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon akan mempertahankan sabuknya dari Jonathan “The General” Haggerty.
Advertisement
Haggerty, yang saat itu merupakan Juara Dunia One Flyweight Muay Thai, harus mempertahankan gelarnya melawan atlet Thailand yang sedang naik daun dalam laga lima ronde eksplosif.
Haggerty menunjukkan dominasi pada ronde pertama lewat jangkauan dan striking tajam, namun Rodtang mengambil kendali seiring laga berjalan. Tendangan rendah yang menjadi andalannya, serta pukulan keras miliknya membawanya kepada sebuah kemenangan mutlak — dan sabuk emas.
Pada bulan Januari nanti, posisinya akan terbalik. Namun aksi eksplosif serupa dipastikan akan kembali tersaji.
Laga nanti merupakan yang pertama bagi Rodtang dalam mempertahankan gelar di tanah kelahirannya, dan tentu saja ia tidak akan ingin mengecewakan para kompatriotnya.
Sementara bagi Haggerty — yang merasa unggul dalam pertemuan pertama — ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ia memang layak untuk kembali melingkarkan sabuk juara di pinggangnya.
Selain itu, Juara Dunia One Atomweight Kickboxing and Muay Thai Stamp Fairtex akan melanjutkan misinya dalam meraih gelar Juara Dunia ketiganya.
Bintang asal Thailand ini menutup tahun 2019 dengan sepasang kemenangan dalam disiplin mixed martial arts atas Asha “Knockout Queen” Roka dan Bi “Killer Bee” Nguyen.
Kini, ia berharap untuk memulai tahun yang baru dengan melanjutkan rekor tak terkalahkannya saat ia dijadwalkan menghadapi juara wushu asal India Puja “The Cyclone” Tomar.
Terakhir kali “The Cyclone” terlibat dalam kompetisi bela diri campuran, ia mengalahkan atlet andalan Indonesia Priscilla Hertati Lumban Gaol melalui keputusan terbelah, atau split decision, di depan pendukung lawannya di Jakarta.