Liputan6.com, London: Demi menjaga konsentrasi siswa dan menjadikan sekolah aman, murid perempuan di sekolah ini dilarang menggunakan rok. Apalagi banyak siswi yang menggunakan rok di atas lutut alias pamer paha.
Sejak September, siswa di Moulton School and Science College di Northamptonshire diharuskan menggunakan celana panjang hitam. Sekolah itu diperuntukkan anak-anak laki-laki dan perempuan berusia 11 tahun hingga 18 tahun dan memiliki sekitar 1.300 murid.
Kepala sekolah Trevor Jones mengatakan, banyak siswi yang berulang kali melanggar aturan dengan menggunakan rok pendek. Untuk itu sekolah berusaha melawan murid-murid yang tampil terlalu seksi dengan melarang menggunakan rok.
Pihak sekolah juga sudah mengantisipasi jika murid-murid mereka tetap tak mematuhi aturan baru itu. Para murid perempuan akan diberikan baju bekas yang harus dipakai pada hari itu atau mengantarkan pulang untuk menggantinya.
Jones mengatakan, ia pernah melihat muridnya yang datang ke sekolah dengan mengenakan rok setengah paha atau bahkan lebih tinggi. "Beberapa dari mereka lebih tepat berada di klub malam daripada di ruang kelas," ujarnya.
"Sekolah itu harusnya menjadi tempat di mana mereka dapat datang dan tidak harus khawatir selama beberapa jam dan tetap konsentrasi dengan pelajaran mereka," katanya lagi.
Dalam website sekolah mencantumkan aturan seragam baru itu. "Seragam sekolah berperan berharga dalam memberikan kontribusi terhadap etos sekolah dan pengaturan yang sesuai. Aturan itu bisa menanamkan kebanggan, mendukung prilaku positif dan disiplin, mendorong identitas dengan etos sekolah dan melindungi anak-anak dari tekanan sosial dalam mengenakan pakaian dengan cara tertentu".
Sebenarnya sekolah sudah memberikan aturan pada murid-murid perempuan harus memakai rok selutut atau di bawahnya. Tetapi aturan itu secara konsisten telah dirusak. "Panjang yang minim membuktikan tidak mungkin lagi untuk ditegakkan. Jadi kita sekarang melarangnya," tegasnya seperti dilansir laman dailymail, Jumat (15/6).
Jones mengaku, kebijakan baru di sekolah itu memang mendapat tanggapan dari sejumlah orangtua murid. "Saya mendapat keluhan dari sejumlah orangtua dan beberapa gadis yang merasa dirugikan, tapi kami pikir ini membuat sekolah ini menjadi tempat yang lebih aman," jelasnya.
Kebijakan baru itu juga mencakup melarang menggunakan syal dan topi, kecuali jika cuaca dingin. Celana panjang juga tidak diizinkan menggunakan jahitan yang tidak warna hitam atau kancing logam yang terlihat.(MEL)
Sejak September, siswa di Moulton School and Science College di Northamptonshire diharuskan menggunakan celana panjang hitam. Sekolah itu diperuntukkan anak-anak laki-laki dan perempuan berusia 11 tahun hingga 18 tahun dan memiliki sekitar 1.300 murid.
Kepala sekolah Trevor Jones mengatakan, banyak siswi yang berulang kali melanggar aturan dengan menggunakan rok pendek. Untuk itu sekolah berusaha melawan murid-murid yang tampil terlalu seksi dengan melarang menggunakan rok.
Pihak sekolah juga sudah mengantisipasi jika murid-murid mereka tetap tak mematuhi aturan baru itu. Para murid perempuan akan diberikan baju bekas yang harus dipakai pada hari itu atau mengantarkan pulang untuk menggantinya.
Jones mengatakan, ia pernah melihat muridnya yang datang ke sekolah dengan mengenakan rok setengah paha atau bahkan lebih tinggi. "Beberapa dari mereka lebih tepat berada di klub malam daripada di ruang kelas," ujarnya.
"Sekolah itu harusnya menjadi tempat di mana mereka dapat datang dan tidak harus khawatir selama beberapa jam dan tetap konsentrasi dengan pelajaran mereka," katanya lagi.
Dalam website sekolah mencantumkan aturan seragam baru itu. "Seragam sekolah berperan berharga dalam memberikan kontribusi terhadap etos sekolah dan pengaturan yang sesuai. Aturan itu bisa menanamkan kebanggan, mendukung prilaku positif dan disiplin, mendorong identitas dengan etos sekolah dan melindungi anak-anak dari tekanan sosial dalam mengenakan pakaian dengan cara tertentu".
Sebenarnya sekolah sudah memberikan aturan pada murid-murid perempuan harus memakai rok selutut atau di bawahnya. Tetapi aturan itu secara konsisten telah dirusak. "Panjang yang minim membuktikan tidak mungkin lagi untuk ditegakkan. Jadi kita sekarang melarangnya," tegasnya seperti dilansir laman dailymail, Jumat (15/6).
Jones mengaku, kebijakan baru di sekolah itu memang mendapat tanggapan dari sejumlah orangtua murid. "Saya mendapat keluhan dari sejumlah orangtua dan beberapa gadis yang merasa dirugikan, tapi kami pikir ini membuat sekolah ini menjadi tempat yang lebih aman," jelasnya.
Kebijakan baru itu juga mencakup melarang menggunakan syal dan topi, kecuali jika cuaca dingin. Celana panjang juga tidak diizinkan menggunakan jahitan yang tidak warna hitam atau kancing logam yang terlihat.(MEL)