Perjalanan Karier Ruud Gullit, Calon Pelatih Baru Timnas Indonesia

Legenda AC Milan, Ruud Gullit disebut akan menjadi calon pelatih Timnas Indonesia.

oleh Faozan Tri NugrohoDiterbitkan 05 Desember 2019, 17:25 WIB
Ruud Gullit dua kali memperkuat AC Milan

Jakarta - PSSI belum juga memutuskan sosok yang akan menjadi pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, PSSI sudah mempunyai kandidat dua orang, yakni Shin Tae-yong dan Luis Milla.

Keduanya sudah memaparkan program latihannya di depan PSSI. Namun, PSSI belum jugaa mengumumkan secara resmi satu di antara dua pelatih tersebut yang akan menukangi Timnas Indonesia.

Terbaru, ketua umum PSSI, Mochammad Iriawan, justru menyebut kandidat lain sebagai calon pelatih. Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu mengungkapkan legenda Belanda dan AC Milan, Ruud Gullit, sebagai alternatif nakhoda Timnas Indonesia.

Ruud Gullit dikenal mempunyai karier yang moncer saat menjadi pemain, terutama ketika membela AC Milan. Bahkan, Gullit sudah mencuri perhatian sejak masih kecil.

Pemain berjuluk The Black Tulip itu mengawali karier sebagai pemain di Meerboys, Amsterdam. Di antara rekan-rekannya, Ruud Gullit bisa dibilang yang menjadi yang paling menonjol.

Hal tersebut terlihat saat klub asal Belanda, HFC Harleem memberikannya kesempatan tampil di kompetisi senior saat usianya baru menginjak 17 tahun.

Performa apiknya bersama Harleem membuat klub Belanda lainnya, Feyenoord kepincut. Ruud Gullit akhirnya bergabung dengan Feyenord sejak 1982 hingga 1985.

 


Puncak Karier saat Berkostum AC Milan

Trio legenda AC Milan: Dari kiri ke kanan: Frank Rijkaard, Marco van Basten, Ruud Gullit (AC Milan).

Setelah itu, Ruud Gullit melanjutkan petualangannya bersama klub Belanda lainnya, PSV Eindhoven. Ruud Gullit berkarier di PSV sampai 1987. Dilansir dari Transfermarkt, selama dua musim membela PSV, Ruud Gullit mencatatkan 27 penampilan dengan menyumbang 18 gol.

Ruud Gullit juga berhasil merengkuh gelar individu, Ballon d'Or, saat berkostum PSV Eindhoven.

Setelah hanya berkutat di sepak bola Belanda, Ruud Gullit memutuskan hengkang ke AC Milan. Saat bergabung dengan Rossoneri, Gullit langsung memecahkan rekor transfer yakni dengan harga 6,5 juta pounds.

Meskipun bermain di luar Belanda, tak membuat performa Ruud Gullit meredup. Bahkan, kariernya terus menanjak bersama AC Milan.

Itu terbukti saat Gullit terpilih sebagai pemain terbaik Eropa dan pemain terbaik dunia. Penghargaan datang silih berganti seiring dengan performa apiknya, saat berkostum AC Milan maupun Timnas Belanda.

Lanjut Baca:

Puncak prestasi Ruud Gullit bisa dibilang terjadi saat berkostum AC Milan. Saat berseragam Rossoneri, Ruud Gullit ikut mempersembahkan 11 gelar juara untuk klub asal Kota Mode itu. Kesebelas trofi tersebut ialah tiga gelar Serie A, Piala Super Italia (4), Liga Champions (2) dan Piala Intercontinental serta Piala Super Eropa masing-masing satu kali.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya