Liputan6.com, Jakarta - The Good Liar dirilis di Indonesia seminggu lebih lambat dari AS. Kami menonton The Good Liar tanpa membaca ulasan dan bocoran cerita sama sekali.
Kali pertama menonton, kentara sekali The Good Liar ini berbiaya rendah.
Advertisement
Tak ada bintang muda papan atas di The Good Liar kecuali dua pemain veteran, yakni Ian McKellen yang kita kenal lewat trilogi The Lord of the Ring dan Helen Mirren, peraih Oscar via The Queen.
Dengan biaya produksi 10 juta dolar AS (140 miliar rupiah), The Good Liar dieksekusi sineas Bill Condon menjadi drama tenang yang perlahan menenggalamkan penonton dalam kebingungan terkait siapa benar, siapa salah.
Kopi Darat Betty dan Roy
Kisahnya bermula dari kopi darat Betty McLeish (Helen) dan Roy Courtnay (Ian) di sebuah rumah makan. Usai menguak nama asli, mereka berteman namun tetap menyembunyikan jati diri. Roy yang sering mengalami lutut lemas rupanya terlibat jaringan investasi abal-abal bersama Vincent (Jim), Bryn (Mark), Beni (Lucian), dan Vlad (Johannes).
Betty yang semula mengaku guru sekolah, ternyata dosen Universitas Oxford. Betty tinggal bersama cucunya, Stephen (Russell). Sejak awal Stephen curiga dengan masa lalu Roy yang abu-abu. Ia pernah menuduh Roy mengincar harta Betty yang ditaksir lebih dari 2,8 juta euro atau hampir 44 miliar rupiah. Betty berkukuh Roy pria baik. Karenanya, Betty mengizinkan Roy menumpang di kediamannya.
Suatu hari, Roy mengundang Vincent untuk membahas investasi gabungan. Dua pria ini membujuk Betty agar bersedia menggabungkan seluruh asetnya dengan milik Roy. Betty yang semula ragu menyetujui gagasan ini. Sehari setelah penggabungan aset, Roy pamit. Ia mengaku hendak menemui anaknya yang datang dri Australia.
Penuh Kepura-puraan
Jika Anda tak ingin dipecundangi film ini, perhatikan baik-baik judulnya. The Good Liar alias pembohong lihai. Jangan mudah percaya begitu saja pada para tokoh di film ini. Kami menyaksikan The Good Liar bersama teman. Ia sejak awal mengkhawatirkan Betty. Sementara saya cenderung sebaliknya.