Forum Rektor Ungkap Tugas Berat Nadiem Makarim

Ketua Forum Rektor Indonesia mengingatkan Nadiem Makarim untuk menghidupkan tiga lembaga yakni Dirjen Dikti, Dirjen Dikdasar dan Dirjen Dikmenum.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 24 Oktober 2019, 07:49 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim memberi sambutan saat acara lepas sambut di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Nadiem Makarim datang untuk menghadiri acara lepas sambut sebagai Mendikbud yang baru. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof Yos Johan Utama mengingatkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Dikti (Mendikbud Dikti) untuk menghidupkan tiga lembaga yakni Dirjen Dikti, Dirjen Dikdasar dan Dirjen Dikmenum.

"Jadi Kemendikbud dengan Dikti harus digabungkan lagi itu SOTK-nya. Penggabungan seperti Dirjen Dikti, Dirjen Dikdasar, Dirjen Dikmenum tidak bisa dilakukan dengan cepat. Tidak bisa selesai selama 100 hari," katanya di Undip, Rabu (23/10/2019).

Dia menyebut, Nadiem Makarim harusnya butuh menata ulang aset dan hal teknis lainnya. Maka dari itu perlu mempelajari banyak hal untuk mengambil sebuah kebijakan strategis. Dengan posisi Kemendikbud dan Pendidikan Tinggi (Dikti), maka segala hal butuh proses penyesuaian yang relarif lama.

"Pasti ada penataan ulang di struktur kementeriannya karena itu kan menggabungkan sesuatu yang sudah terpisah ada banyak sekali. Menata masalah asetnya aja sudah banyak. Belum lagi hal-hal yang teknis lainnya," ungkapnya.

Johan mengungkapkan, butuh waktu untuk melakukan lelang jabatan alias open bidding untuk mencari pegawai untuk ditempatkan di pos kerja yang baru. Tugas lainnya yang harus dikerjakan oleh Nadiem Makarim ialah menggelar tahapan SMPTN di PTN seluruh Indonesia.

"Kalau paling dekat sekali, bulan Januari 2020 kita sudah harus mengadakan SMPTN," jelasnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Punya Kompetensi

Meski begitu, dia percaya Nadiem merupakan seorang yang berkompeten untuk menjalankan tugasnya sebagai Mendikbud. Ia optimistis Nadiem bisa bersikap profesional karena punya pengalaman mengelola perusahaan yang fenomenal.

"Pengalamannya mengelola perusahaan yang fenomena pasti bisa diterapkan di sini. Inovasi-inovasinya dibutuhkan untuk memajukan pendidikan bangsa Indonesia," tutup Johan.

Reporter : Danny Adriadhi Utama

Sumber: Merdeka

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya