Liputan6.com, Jakarta Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, telah merampungkan skuat kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Politisi partai Golong Karya (Golkar) Zainudin Amali kemudian ditunjuk untuk menempati jabatan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Zainudin menjadi Menpora ke-13 di republik ini. Zainudin menggantikan posisi Imam Nahrawi. yang tersandung kasus korupsi dana hibah KONI di penghujung masa jabatannya. Posisi politisi PKB itu kemudian sempat digantikan oleh Plt Hanid Dhakiri.
Advertisement
Lahir di Gorontalo, 16 Maret 1962, nama Zainudin lama berkibar di panggung politik. Pria berusia 57 tahun itu merupakan mantan ketua Ketua DPP Partai Golkar periode 2014-2019.
Zainudin juga pernah menjadi anggota DPR RI selama empat periode. Dia pertama kali melenggang ke Senayan mewakili Provinsi Gorontalo pada tahun 2004-2009.
Selanjutnya tiga kali berturut-turut, yakni 2009-2014, 2014-2019, 2019-2024 Zainudin terpilih lagi mewakili Propinsi Jawa Timur. Selama di DPR, Zainudin sempat menempati Komisi II yang mengurusi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, aparatur dan reformasi birokrasi, kepemiluan, serta pertahanan, hingga reforma agraria.
Namun seperti sebagian besar pendahulunya, Zainudin bukanlah sosok yang mengakar kuat di olahraga. Meski mengaku pernah membentuk Liga Mahasiswa, lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri itu jarang tampil di panggung olahraga Tanah Air.
Saat menjabat anggota DPR RI 2014-2019 lalu, Zainudin memang sempat bersinggungan dengan pentas olahraga Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Namun sifatnya normatif, yakni meminta Kementerian Sekretariat Negara, PPK Gelora Bung Karno, dan PPK Kemayoran yang mengelola venue Asian Games agar merawat tempat tersebut sehingga bisa meningkatkan perolehan pendapatan negara bukan pajak.
Penunjukan Zainudin pun menambah panjang deretan politisi yang menduduki jabatan Menpora di Indonesia. Dari 13 nama yang pernah menduduki jabatan ini, baru Maladi yang bestatus mantan atlet. Mantan penjaga gawang tim nasional (timnas) Indonesia dan ketua umum PSSI 1950-1959 tersebut menjabat pada kabinet Dwikora I dan Dwikora III.