Liputan6.com, Jakarta- AC Milan terpuruk di awal musim 2019-2020. I Rossoneri sampai-sampai sudah harus mengganti pelatih setelah Liga Italia Serie A memainkan tujuh pertandingan.
Marco Giampaolo dipecat dari jabatannya karena AC Milan menelan empat kekalahan dari tujuh pertandingan yang dilakoni. Sebagai pengganti, Il Diavolo Rosso menunjuk Stefano Pioli untuk menangani Hakan Calhanoglu dan kawan-kawan.
Advertisement
Pioli melakoni debut sebagai arsitek AC Milan akhir pekan kemarin saat melawan Lecce di kandang sendiri, San Siro. Sayangnya AC Milan kembali meraih hasil negatif.
Sempat unggul dua kali, AC Milan dipaksa bermain imbang 2-2 oleh Lecce. AC Milan unggul lebih dahulu melalui Hakan Calhanoglu di menit 20. Lecce membalas lewat Khouma Babacar pada menit 62. Krzysztof Piatek kembali membawa AC Milan unggul di menit 81.
Sayangnya kemenangan ini tidak bisa dipertahankan dengan baik. Pada menit 90, Lecce bisa menyamakan skor berkat gol Marco Calderoni.
Walau tak bisa memberikan tiga angka, debut Pioli ini setidaknya jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Debut Giampaolo berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Udinese.
"Saya lihat hal positif, tapi harusnya kita menutup laga ini lebih awal," kata Pioli kepada Sky Sports usai pertandingan seperti dilansir Footall Italia.
Tampil di depan publik sendiri, Pioli sebenarnya sempat membangkitkan harapan tifosi Rossoneri. Sebab permainan skuat Merah-Hitam sama sekali berbeda dari saat masih ditangani Giampoli. Dua gol yang lahir menjadi buah dari permainan terbuka AC Milan saat ini.
"Saya sedikit mengalami kesulitan dengan pemain yang dulu bermain bersama saya, Babacar dan Calderoni. Sayang sekali, ada hal positif di sana tapi kami keinginan kami untuk menang tidak kesampaian karena kesalahan yang kami lakukan," beber Pioli.
"Saya melihat gerakan bagus, kualitas, dan semangat, tapi jika Anda bermain terbuka, Anda bisa mendapat kejutan yang menjijikkan di akhir laga ," ujar mantan pelatih Inter Milan itu.