Paul Dickov dan Kisah Bak Cinderella di Manchester City

Eks striker Manchester City, Paul Dickov, datang ke Jakarta pekan ini memboyong koleksi trofi The Citizenz. Kisahnya bak Cinderela.

oleh DarojatunDiterbitkan 18 Oktober 2019, 21:10 WIB
Paul Dickov saat menyambangi kantor LINE Indonesia di kawasan SCBD, Jumat (18/10/2019), sebagai pemain legenda perwakilan Manchester City.

Jakarta - Ada yang berbeda dari eks striker Skotlandia ini ketimbang 15 tahun lalu, kali ini ia hadir dengan gaya berkelas, berkacamata, dan potongan rambut masa kini. Dia adalah eks striker Manchester City, Paul Dickov.

Jika dulu Dickov berpotongan rambut crewcut ala tentara dengan menyisakan helai-helai rambut tegak berdiri di atas kepala layaknya duri landak, kini lelaki berumur 46 tahun tersebut tampil stylish ala direktur sebuah perusahaan jasa multinasional.

Jika ia dulu dijuluki hardman lantaran garang dalam tingkah laku dan dalam ucapan verbal, kini kacamata yang nangkring di wajahnya membuat ia bak kutu buku atau dosen pascasarjana.

Pertemuan pada Jumat (18/10/2019) di kantor LINE Indonesia, di lantai 17 Gedung Energi kawasan SCBD, tersebut adalah sebuah reuni setelah sebelumnya penulis bertemu dirinya di Stadion Hampden Park, Glasgow, pada awal musim gugur 2014 di seputar laga kualifikasi Piala Dunia 2006 antara Skotlandia kontra Slovenia.

Bagaimana rasanya Dickov menjadi salah satu dari sedikit pemain yang mendapatkan privilese dua kali bergabung dengan Manchester City, yaitu pertama di era sebelum investor asing memasuki The Citizens dan untuk kedua kalinya kala klub Manchester biru itu kian bergelimang uang?


Dulu Gol Tidak Penting

Lanjut Baca:

Apakah ini sebuah balas jasa klub karena Dickov ikut membawa City dua kali berpromosi ke Football League pada 1999 dan ke Premier League di 2001? "Ah jangan begitu, saya kan belum setua itu ketika kedua kalinya bergabung ke Man City," kata berseloroh, disusul pecahnya gelak tawa para hadirin yang memenuhi ruangan bercat putih bersih tersebut. Ya, setelah dua kali berjasa emas Dickov memang sempat hengkang ke Leicester City (2002) dan kembali ke rival sekota Manchester United itu pada 2006 setelah juga sempat dua musim membela Blackburn Rovers. Saat bergabung kembali dengan City, usia Dickov sudah 33 tahun. "Saya cukup beruntung, itu yang bisa saya sampaikan karena tak lama setelah saya kembali ke Man City ternyata klub mendapatkan investasi baru. Fasilitas bertambah baik, pemain baru berdatangan, dan saya banyak belajar dari perkembangan situasi yang menyenangkan itu. Dulu gol tidak begitu penting buat para pendukung kami, tapi di era baru bukan hanya gol tapi kemenangan pun jadi penting buat mereka. Ini jelas positif karena di luar status saya sebagai pemain, percaya atau tidak secara tradisional saya adalah seorang pendukung Man City," tambahnya lagi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya