Jamursba Medi, Kawasan Bertelur Terbesar Penyu Belimbing

Pantai Jamursba Medi, Kecamatan Sausapor, Kabupaten Sorong, Papua, memiliki kekayaan flora dan fauna yang menakjubkan. Di antaranya adalah Penyu Belimbing yang termasuk hewan langka.

oleh Liputan6Diterbitkan 31 Agustus 2002, 14:23 WIB
Liputan6.com, Sorong: Di bagian utara Provinsi Papua, membentang sebuah garis pantai sepanjang 15 kilometer dari Desa Saubeba hingga Warmandi, Kecamatan Sausapor, Kabupaten Sorong. Kawasan ini bernama Pantai Jamursba Medi yang dikenal sebagai lokasi bertelur hewan penyu jenis Belimbing. Karena itulah, pantai yang memiliki panorama indah dengan hamparan pasir putih ini tak hanya dikenal para wisatawan, tapi juga para ilmuwan.

Hewan amfibi dengan nama latin Dermochelys Coriacea ini adalah jenis penyu dengan ukuran paling besar dibanding penyu lainnya. Panjangnya mencapai 1,5 hingga 2 meter dengan bobot antara 500-700 kilogram. Penyu Belimbing memiliki warna yang khas, hitam keunguan dengan bercak keputihan. Kerapas penyu jenis ini tak dilapisi sisik keras, melainkan kulit berzat tanduk. Kulit ini memanjang dari depan ke belakang menyerupai buah belimbing dengan jumlah tonjolan sebanyak 5-7 garis.

Habitat hewan langka ini berada di tengah laut dengan kedalaman lebih dari 600 meter sesuai dengan kemampuan jelajahnya yang cukup jauh. Umumnya, Penyu Belimbing mencari makan berupa ubur-ubur, plankton, alga, udang halus, dan ikan kecil lainnya di daerah subtropis bahkan dingin. Sementara untuk bertelur, Penyu Belimbing selalu memilih kawasan pantai tropis yang gelap, sunyi, landai, dan berpasir, seperti Pantai Jamursba Medi.

Selain di Jamursba Medi, kawasan bertelur penyu belimbing juga terdapat di Malaysia, Guyana, Meksiko, dan Suriname. Namun, tempat bertelur penyu terbesar adalah Pantai Jamursba Medi. Itulah sebabnya, Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sorong bekerja sama dengan World Wide Fund (WWF) for Nature Region Sahul berupaya menjaga kelestarian pantai ini.

Menurut Direktur WWF Region Sahul Benja V. Mambay, kawasan ini tak hanya dihuni Penyu Belimbing. Di Pantai Jamursba Medi juga terdapat Penyu Sisik, Penyu Sisik Semu, Penyu Hijau, Burung Cendrawasih, Rangkong dan beberapa spesies tanaman anggrek yang langka. Kekayaan alam ini, menurut Benja, bisa dijadikan sebagai daya tarik Pantai Jamursba Medi dan kawasan sekitarnya sebagai kawasan wisata.

Namun, konsep pariwisata di kawasan ini harus berbasis konservasi, sehingga selain membawa keuntungan bagi masyarakat setempat juga tidak merusak ekosistem. Ini sesuai dengan program WWF, "Lestari Alamku, Sejahtera Rakyatku". Namun, untuk menjadikan Jamursba Medi sebagai kawasan ekowisata, menurut Benja, diperlukan dukungan pemerintah melalui dinas-dinas terkait dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya