3 Kendala Manchester United yang Belum Diatasi Ole Gunnar Solskjaer

Belum terlihat kualitas Manchester United sebagai tim solid yang siap meramaikan perburuan juara Premier League

oleh Ario YosiaDiterbitkan 10 September 2019, 19:00 WIB
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, memberikan instruksi kepada Aaron Wan-Bissaka pada laga Premier League di Stadion St Mary's, Southampton, Sabtu (31/8). Kedua klub bermain imbang 1-1. (AP/Mark Kerton)

Jakarta - Manchester United masih menunjukkan masalah besar berdasar kinerja di empat pekan awal Premier League 2019/2020. Manajer Ole Gunnar Solskjaer belum mampu menemukan solusi untuk mengatasinya.

Solskjaer saat ini sedang membangun Machester United dengan pemain muda. Mereka diharapkan bisa menantang Manchester City dan Liverpool dalam perebutan gelar Liga Inggris.

Setan Merah sudah menghabiskan banyak uang untuk membeli tiga pemain: Daniels James, Harry Maguire dan Aaron Wan-Bissaka.

Di sisi lain, Solskjaer juga berhasil melepas para pemain yang tidak cocok dengan skemanya. Nama-nama seperti Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, Chris Smalling, dan Matteo Darmian sudah menemukan klub baru.

Hasilnya? Belum terlihat kualitas Manchester United sebagai tim solid yang siap meramaikan perburuan juara Premier League. Usai menang telak atas Chelsea, mereka krisis kemenangan di tiga lanjutan. Ada apa gerangan?


Marcus Rashford yang Labil

Louis van Gaal merupakan pelatih pertama yang memainkan Marcus Rashford bersama tim senior Manchester United. (Photo by Anne-Christine POUJOULAT / AFP)

Marcus Rashford pemain hebat. Ini sangat jelas ketika Anda melihatnya bermain, terutama di pertandingan besar. Penyerang muda itu benar-benar penuh dengan bakat dan kepercayaan diri yang tinggi. Selama tiga musim terakhir ia memberi warna pada permainan lini serang Manchester United.

Salah satu alasan Solskjaer sangat percaya diri meminggirkan Romelu Lukaku bahwa Rashford sangat efektif sebagai pemain depan. Ia bisa ditempatkan di berbagai posisi.

Sayangnya, saat dipercaya menjadi penyerang utama, Marcus Rashford tak juga untuk ketajaman. Ia hanya mencetak sembilan gol di Liga Inggris sejak Ole Gunnar Solskjaer menjadi manajer pada pertengahan Desember 2018?

Ini tentu saja bukan karena kurangnya peluang, karena dia mengenai 82 tembakan tepat sasaran. Hanya Mohamed Salah yang memiliki lebih banyak shoot on target. Pemain Mesir itu mencetak 15 gol dalam rentang waktu yang sama.

Pierre-Emerick Aubameyang (15 gol), Jamie Vardy memiliki (16), Sadio Mane (17), dan Sergio Aguero (19) tidak memiliki angka statistik sebagus Rashford.

Rashford memiliki 20 peluang emas sejak Solskjaer menukangi Manchester United.. Namun ia hanya mencetak enam gol. Konversi gol dari peluang emas sang pemain hanya sebesar 30%. Kalah dibanding Salah (50%) atau Vardy (54,17%).

Lanjut Baca:

Ketidakmampuan Rashford untuk menemukan bentuk permainan terbaik menghambat produktivitas Manchester United. Jika Rashford dapat meningkatkan permainannya untuk menyamai Anthony Martial (akurasi tembakan 63,34%, konversi tembakan 22,73% dan peluang konversi besar 50%) maka performa Setan Merah bakal ikutan terkerek.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya