4 Alasan Timnas Indonesia Babak Belur Lawan Malaysia

Apa saja yang menyebabkan Timnas Indonesia kalah dari Malaysia di hadapan suporter sendiri? Berikut analisisnya.

oleh Aditya WanyDiterbitkan 06 September 2019, 13:50 WIB
Para pemain Malaysia merayakan gol yang dicetak oleh Mohamadou Sumareh ke gawang Indonesia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Timnas Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jakarta - Timnas Indonesiagagal meraih tiga poin saat melakoni laga perdana Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Garuda menyerah 2-3 dari Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/2/2019) malam WIB.

Timnas Indonesia mampu unggul terlebih dulu. Dua kali mencetak gol, dua kali pula Malaysia mampu menyamakan kedudukan.

Striker Alberto Goncalves mencetak dua gol pada menit ke-11 dan ke-38, hasil umpan duo pemain sayap, Saddil Ramdani dan Andik Vermansah. Malaysia mampu membalasnya lewat Mohamadou Sumareh (36') dan Syafiq Ahmad (65').

Tim Harimau Malaya kemudian mengunci kemenangan lewat gol pada injury time lewat Sumareh. Pemain naturalisasi asal Gambia itu memaksa Andritany Ardhiyasa memungut bola pada menit ke-90+6.

Timnas Indonesia sebenarnya sudah bermain lebih apik pada babak pertama. Stefano Lilipaly dkk. mampu mendominasi permainan dan kerap mengurung pertahanan Malaysia.

Namun, babak kedua justru menjadi milik Malaysia. Permainan Tim Merah-Putih sangat kacau mulai belakang sampai barisan depan. Malaysia mampu memanfaatkan itu dengan membalas gol.

Secara permainan, Timnas Indonesia tampil mengecewakan. Bola.com telah merangkum empat penyebab skuat arahan Simon McMenemy itu gagal memetik tiga poin di laga ini. Simak ulasannya:


Lini Tengah Kacau

Gelandang Timnas Indonesia, Zulfiandi, menjatuhkan striker Malaysia, Muhammad Syafiq, pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia kalah 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Keputusan Simon McMenemy menarik keluar Zulfiandi pada awal babak kedua harus dibayar mahal. Tanpa gelandang milik Madura United itu, Timnas Indonesia kehilangan sentuhan dan kerap gagal membangun serangan.

Tak ada yang mencoba untuk sigap menghentikan serangan yang dibangun lini tengah Malaysia. Rizky Pellu yang menjadi pengganti, gagal meredam pergerakan pemain Malaysia yang mendominasi penguasaan bola.

Padahal, selama babak pertama, Zulfiandi tampil sangat efektif di lini tengah. Dia mampu menahan bola dan mengatur tempo permainan.

Di sisi lain, dua gelandang lainnya, Evan Dimas dan Stefano Lilipaly, tidak menunjukkan performa terbaiknya. Selain sering kehilangan bola, keduanya juga gagal menciptakan kreasi serangan untuk lini depan.


Pertahanan Rapuh

Kiper Timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa gagal mengantisipasi bola dari Timnas Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/9/2019). (Bola.com/Peksi Cahyo)

Pemain belakang Timnas Indonesia sering melakukan back pass yang tidak perlu. Pertama, kiper Andritany Ardhiyasa mengumpan tendangan gawang yang dibalas sundulan balik oleh Hansamu Yama pada menit ke-22. Hal ini sempat dipermasalahkan oleh wasit.

Lanjut Baca:

Babak kedua juga demikian. Pemain belakang kerap mengirim umpan kepada Andritany, yang sangat membahayakan. Beruntung, pemain Malaysia yang berada di dekatnya tak mampu merebut bola. Lebih dari itu, lini pertahanan Timnas Indonesia sangat kacau. Andritany tampil buruk mengantisipasi serangan Malaysia. Gol pertama Malaysia yang dicetak Sumareh juga lahir akibat tidak ada pemain yang menghadangnya. Demikian halnya Syafiq, yang mencetak gol kedua. Tak ada yang berusaha menghentikannya saat datang dari belakang dan melakukan sundulan mematikan setelah menerima umpan silang. Andritany juga tak berinisiatif mengamankan bola dengan berduel udara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya